Qantas PHK 6.000 Karyawan

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2020 10:55 WIB
Dikritik Mahalnya Tiket, Qantas Desak Penurunan Tarif Bandara
Qantas PHK 6.000 Karyawan
Jakarta -

Qantas Airways melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 6.000 atau 20% dari 29.000 tenaga kerjanya akibat krisis virus Corona. Selain itu maskapai akan meningkatkan ekuitas hingga 1,9 miliar dolar Australia.

Maskapai itu juga akan mengandangkan 100 pesawat selama 12 bulan ke depan. Bahkan memberhentikan enam armada Boeing Co (BA.N) 747 yang tersisa.

"Kami mengambil tindakan untuk mempersiapkan maskapai selama beberapa tahun ketika pendapatan rendah. Tiga tahun ke depan akan menghabiskan 1 miliar dolar Australia untuk pemulihan maskapai," kata Chief Executive Qantas Alan Joyce dikutip dari Reuters, Kamis (25/6/2020).

Qantas akan memangkas 6.000 posisi dari 29.000 karyawannya, sementara 15.000 staf lainnya akan cuti sementara, terutama pegawai pada sektor penerbangan internasional.

Seperti maskapai lain di dunia, Qantas berjuang melawan penurunan permintaan setelah negara-negara termasuk Australia menutup perbatasan (lockdown) dalam rangka mengatasi pandemi virus Corona.

Pejabat Australia mengatakan selama tujuh tahun ke depan tidak akan mengizinkan turis Internasional masuk ke negara itu. Namun, untuk pelajar dan pekerja jangka panjang akan mendapat pengecualian jika memenuhi aturan pemerintah.



Simak Video "Gojek Beri Paket Pesangon ke 430 Karyawan yang Kena PHK"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)