Gila! Perusahaan Miras Ini Lebih Mahal dari Bank

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2020 11:39 WIB
baijiu
Foto: Grub Street/Oddity Central
Jakarta -

Perusahaan minuman keras (miras) paling populer di dunia Kweichow Moutai mengklaim menjadi perusahaan publik terbesar di China. Klaim ini berdasarkan data dari Refinitiv yang menyatakan saham perusahaan naik lebih dari 23% tahun ini.

Dikutip dari CNN, Kamis (25/6/2020), perusahaan pemilik merek miras Baijiu, saat ini bernilai lebih dari US$ 259 miliar setara Rp 3.680 triliun (kurs Rp 14.100/dolar US).

Nilai perusahaan ini bahkan lebih tinggi dari nilai bank terbesar di China yakni Industrial and Commercial Bank of China dengan nilai US$ 253 miliar (Rp 3.600 triliun).

Hao Hong, kepala penelitian di BOCOM International, cabang sekuritas Bank of Communications China mengatakan kenaikan saham ini kemungkinan akibat pilihan investor yang melihat kenaikan yang signifikan di Moutai. Saat ini banyak investor yang tidak ingin mengambil risiko di tengah krisis pandemi. Hal itu membuat investor tetap membeli saham Moutai meskipun mahal.

Hong menjelaskan bahwa Moutai memiliki laju kesuksesan yang jelas. Bertahun-tahun perusahaan mendapati pertumbuhan pendapatan yang kuat dari penjualan merek yang disukai dan kenaikan harga yang stabil.

Pada 2017 Moutai menjadi pembuat minuman keras terbesar di dunia, melampaui Diageo (DEO), perusahaan Inggris yang memiliki Johnnie Walker dan merek besar lainnya. Nilai pasar Diageo saat ini adalah sekitar US$ 81 miliar (Rp 1.150 triliun). AB InBev (BUD), pembuat bir terbesar di dunia, bernilai sekitar US$ 88 miliar (Rp Rp 1.252 triliun).

Tahun lalu, Moutai juga menjadi perusahaan China pertama sejak 2005 dengan harga saham mencapai 1.000 yuan (sekitar US$ 145) per saham. Saham Moutai saat ini diperdagangkan pada 1.460 yuan per saham.



Simak Video "Balita Dicekoki Miras Hingga Sempoyongan, Pelaku Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)