Seberapa Besar Teknologi Pengaruhi Iklim Tenaga Kerja di RI?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2020 13:18 WIB
tenaga kerja asing
Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
Jakarta -

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) meneliti bahwa perekonomian pekerja lepas (gig worker) dengan dukungan teknologi mampu memperkuat daya tahan perekonomian Indonesia.

Salah satunya pekerja yang menjadi mitra transportasi online seperti di GrabBike, GrabCar, GrabFood dan agen GrabKios menyebut layanan ini memberikan kesempatan kerja yang lebih baik bagi pekerja informal yang berjumlah 56,5% dari angkatan kerja.

Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri mengungkapkan sektor gig economy melalui platform digital seperti Grab memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi negara secara lebih luas.

Studi CSIS juga menunjukkan bahwa selain memberikan pekerja informal kesempatan pendapatan yang lebih baik, pertumbuhan pada platform Grab juga menciptakan lebih banyak kesempatan ekonomi dalam ekosistem Grab dan juga dapat menciptakan lebih banyak pekerjaan di luar ekosistem.

Sebagai contoh, kami menemukan bahwa GrabFood telah membantu merchant dalam mendirikan bisnis baru dan mempekerjakan lebih banyak karyawan saat bisnis mereka bertumbuh.

"Gig work melalui platform Grab juga telah meningkatkan kualitas hidup pekerja sektor informal dan meningkatkan inklusi keuangan mereka. Ini adalah faktor penting yang akan berkontribusi pada kemajuan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," kata dia dalam diskusi online, Kamis (25/6/2020).

Buka halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Usai Rilis iPhone 5G, Apple Kini Gabung Aliansi Pengembangan 6G"
[Gambas:Video 20detik]