Ada Calon Lain di Pertamina

Ada Calon Lain di Pertamina

- detikFinance
Selasa, 27 Des 2005 11:41 WIB
Jakarta - Kendati sudah ada sinyal pemerintah bakal mengganti direksi Pertamina, namun rencana itu seperti hilang ditelan angin. Rencana untuk mencopot Widya Purnama sebagai direktur utama Pertamina seperti dilupakan.Kabar santer yang beredar, bakal ada nama calon baru lain selain nama-nama yang telah muncul dan sudah masuk ke tim penilai akhir (TPA). Sebelumnya, telah muncul nama-nama yang bakal mengganti Widya Purnama, yakni Komisaris Utama Pertamina Martiono Hadianto dan Dirjen ESDM Departemen ESDM Iin Arifin Takhyan.Kedua nama ini pun sebenarnya telah mengerucut pada saat masuk ke TPA. Itu kata sebuah sumber di Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Sugiharto. Selain nama Iin dam Martiono yang menguat, sempat ada nama lainnya yang ikut ke dalam bursa calon direksi Pertamina ini.Dia adalah Kuntoro Mangkusubroto. Kuntoro adalah mantan Menteri Pertambangan dan Energi dan mantan Direktur Utama PT PLN. Namun nama Kuntoro akhirnya hilang seiring dirinya diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nanggroe Aceh Darussalam.Lalu ada nama EA Mangindaan. Namun ada yang bilang purnawirawan perwira tinggi TNI itu akan menjadi komisaris utama. Ada juga yang mengatakan bahwa ia akan menjadi direktur utama.Selain itu, juga muncul nama Baihaki Hakim, mantan Dirut Pertamina pengganti Martiono. Dulu, Baihaki menjabat dirut ketika Menteri Pertambangan dan Energinya adalah SBY. Syahdan, nama Baihaki juga populer di Pertamina. Ada sejumlah karyawan BUMN itu yang mendukung Baihaki jika menjadi komisaris utama.Ada pula nama Rachmat Sudibyo, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), yang juga patut diperhitungkan.Nama-nama yang muncul itu adalah nama yang dipergunjingkan saat pertama pemerintah mengisyaratkan pergantian direksi Pertamina. Kabar santer yang beredar di kalangan kabinet, bakal ada nama baru yang akan dibidik SBY untuk menduduki kursi empuk di perusahaan milik negara yang baru saja berganti logo itu. Namun nama ini, masih menurut sumber, masih disembunyikan oleh pemerintah.Menneg BUMN Sugiharto sebenarnya sudah ngebet ingin mencopot Widya Purnama. Keinginan itu berkali-kali dilontarkan ketika mulai terjadi "perang dingin" antara keduanya. Sugiharto berkali-kali kepada wartawan mengungkapkan, betapa manajemen Pertamina di bawah pimpinan Widya telah gagal dalam menjalankan roda usaha Pertamina. Pihaknya pun telah melayangkan surat teguran untuk direksinya."Saya kira manajemen Pertamina gagal, sehingga perlu semacam pertanggungjawaban direksi,” ujarnya ketika menanggapi kasus pencurian minyak di Lawe-lawe. Dia menilai etos kerja dan budaya di Pertamina selama ini yang membuat adanya KKN berjamaah.Bursa pemilihan pejabat Pertamina itu sendiri ”dibuka” setelah Sugiharto melayangkan surat teguran kepada Widya. Di dalam surat Sugiharto itu juga dikatakan, sewaktu-waktu Widya bisa dicopot dari jabatannya. Di mata Sugiharto, sang dirut telah melanggar Rencana Kerja Anggaran Dasar Perusahaan (RKAP) Pertamina, terkait dengan diangkatnya anggota direksi dan komisaris anak perusahaan Pertamina tanpa melewati prosedur semestinya.Sudah begitu, kinerja manajemen Pertamina di bawah Widya juga dinilai tidak bisa memenuhi target-target yang sudah ditetapkan sampai akhir Oktober 2004. Itu sebabnya, posisi Widya menjadi terancam.Masalah semakin besar setelah Roes Aryawijaya, Deputi Menneg BUMN cum Komisaris Pertamina, menegaskan bahwa surat teguran menteri itu tadi tidak hanya ditujukan kepada Widya seorang, tapi juga buat seluruh anggota dewan direksi. Tak ayal, bursa kursi direksi Pertamina pun menjadi ramai.Tapi rencana tinggal rencana, karena Sugiharto mau tidak mau masih harus menunggu keputusan SBY yang akan dilakukan melalui TPA. "Kalau saya mau, sudah dari kemarin-kemarin (direksi Pertamina diganti), tapi ini perlu waktu. TPA ada lima orang, tidak bisa saya sendiri yang menentukan," kata Sugiharto.Sugiharto tampaknya enggan mengomentari soal adanya nama baru selain lima nama yang ada di TPA. "Nama-nama sudah ada di TPA, tinggal tunggu waktunya saja," katanya singkat dalam suatu kesempatan.Sumber detikcom di Kementerian BUMN dan Departemen ESDM sempat mengamini soal adanya calon baru itu. SBY, kata sumber itu, tampaknya kurang sreg dengan nama-nama yang ada di TPA saat ini, walaupun SBY tak keberatan jika nama-nama itu muncul sebagai calon kuat."Beliau masih mencari-cari calon lain, lagi pula SBY juga masih ingin Widya duduk di Pertamina. Jadi SBY masih mempertahankan Widya dalam waktu dekat ini," ujarnya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads