Ada 5 Insentif Pajak Gajian Buat Berantas COVID-19, Ini Syaratnya

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2020 16:41 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2020 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Aturan tersebut berisi daftar fasilitas pajak penghasilan (PPh).

"PP 29 insentif yang telah disusun yang telah dirancang dalam rangka untuk memberikan kehadiran negara dalam hal ini kehadiran insentif fiskal perpajakan untuk membantu ekonomi Indonesia dari sisi fiskalnya, maupun sisi permintaan dan penawaran," kata Direktur Peraturan Perpajakan II Ditjen Pajak (DJP) Yunirwansyah dalam Webinar, Kamis (25/6/2020).

PP tersebut menetapkan lima kegiatan yang bisa mendapatkan fasilitas insentif pajak penghasilan. Setiap insentif tersebut mensyaratkan sejumlah ketentuan untuk bisa didapatkan.

"Diharapkan fasilitas-fasilitas yang diberikan itu bisa menggerakkan ekonomi atau minimal memperkuat daya beli masyarakat dalam keadaan COVID-19," tambahnya.

Berikut daftar fasilitas pajak penghasilan yang diberikan dalam rangka penanganan COVID-19.

1. Fasilitas tambahan pengurangan penghasilan neto

Wajib Pajak subjek Dalam Negeri (WPDN) yang memproduksi alat kesehatan atau perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) untuk COVID-19 Indonesia diberikan tambahan pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari biaya langsung produksi Alkes dan PKRT. Ketentuannya:

- Alkes/PKRT dijual dan/atau disumbangkan untuk keperluan penanganan COVID-19 di Indonesia

- Dibebankan sekaligus pada tahun pajak dikeluarkan

- Biaya bersama pembebanannya dialokasikan secara proporsional

- Alkes berupa: masker bedah & respirator N95, pakaian pelindung, sarung tangan bedah dan pemeriksaan, ventilator, dan reagan test serta PKRT berupa: antiseptic hand sanitizer dan disinfektan.

- Alkes dan PKRT dapat ditambah dengan usulan Menkes melalui PMK

- Harus menyampaikan laporan biaya kepada Dirjen Pajak secara daring paling lambat bersamaan dengan SPT Tahunan PPh

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Ketua Riset COVID-19: Buat Obat Itu Prosesnya Panjang"
[Gambas:Video 20detik]