Buwas Ungkap Purnawirawan Jenderal Mental Urus Izin Impor Gula

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2020 18:05 WIB
Detikcom Blak-blakan bersama Kepala Bulog Budi Waseso di Jakarta, Selasa (21/5/2019).
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas)/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) membeberkan sulitnya memperoleh izin impor gula ketika terjadi kelangkaan pasokan di awal 2020 yang menyebabkan harga melonjak. Menurut Buwas, Bulog perlu waktu yang lama untuk memperoleh izin, sedangkan swasta hanya butuh 5 menit untuk mendapatkannya.

"Gula juga begitu. Kalau swasta yang minta perizinan 5 menit jadi. Kalau Bulog 2 minggu nggak jadi-jadi. Ya itulah prosedur," kata Buwas di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Ia mengungkapkan, staf Bulog yang ditugaskan mengurus izin impor harus menunggu berjam-jam di kantor pejabat yang menerbitkan izin impor. Bahkan, sudah menunggu berjam-jam pun stafnya tersebut tak kunjung mendapatkan surat perizinan impor.

"Staf saya menunggu di kantornya yang bersangkutan, bahkan sampai ditinggal pulang. Jam 12 malam menunggu di rumahnya juga nggak ditandatangani. Mohon maaf, yang saya tugaskan ini mantan anggota TNI berpangkat bintang 2 dulunya, nggak dianggap. Ini sangat keterlaluan," tegas mantan Kabareskrim tersebut.

Pada Maret lalu, Bulog akhirnya memperoleh izin impor atas 29.750 ton gula mentah atau raw sugar melalui anak usahanya Pabrik Gula (PG) Gendhis Multi Manis (GMM) yang kemudian diolah menjadi gula kristal putih (GKP) untuk dikonsumsi. Namun, izin impor itu sebenarnya sudah diajukan sejak akhir 2019.

Selain itu, pada Februari 2020 lalu, pihaknya juga kembali mengajukan impor GKP untuk mengendalikan harga yang sudah melonjak. Namun, izin impor itu baru terbit di bulan April 2020, yakni atas 50.000 ton GKP.

Menurut Buwas, gula tersebut langsung habis terserap oleh masyarakat. Selain harga jual terjangkau yakni Rp 12.500/kg, Bulog hanya bisa mengimpor sebagian kecil dari kebutuhan. Pasalnya, kebutuhan gula konsumsi di Indonesia sekitar 250.000 ton per bulan.

"Gula begitu kita sudah setengah mati dapatnya, kita dapat pun dengan upaya-upaya yang susah, ya kita kayak menggarami lautan, karena jumlahnya kecil. Kita sebar di seluruh Indonesia, sebentar hilang. Yang kedua ini juga demikian," tandas dia.



Simak Video "Jaga Stok CBP, Bulog Akan Serap 950 Ribu Ton Beras Tahun Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)