Inggris Lockdown, Supermarket Malah Untung Besar

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 26 Jun 2020 17:15 WIB
Healthy Fruit and vegetables in Grocery shop cart in supermarket filled with food products as seen from the customers point of view
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Empat kelompok supermarket besar Inggris Tesco, Sainsbury's, Morrisons dan Asda mengalami peningkatan penjualan selama penguncian wilayah (lockdown) di Inggris.

Tesco dan Sainsbury secara khusus diuntungkan, dengan jaringan bisnis toko online yang mengikuti kebiasaan belanja konsumen selama lockdown. Tesco mengatakan penjualan di Inggris naik 8,7% YoY pada kuartal-I hingga 30 Mei.

Dikutip dari CNBC, Jumat (26/6/2020) Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan lokcdown berlaku pada 23 Maret lalu dengan seluruh supermarket dan toko kelontong sebagai satu-satunya yang diizinkan tetap buka.

Tesco yang memiliki 27% pangsa pasar grosir di Inggris mempertahankan ekspektasinya dengan laba operasi ritel pada 2020 hingga 2021 kemungkinan akan berada pada tingkat yang sama dengan 2019-2010.

Tetapi peningkatan volume penjualan untuk Tesco berimbang dengan meningkatnya biaya logistik selama beroperasi di tengah pandemi Corona. Prospek laba saat ini terbilang datar.

Diperkirakan Tesco menghabiskan biaya 840 juta pound setara Rp 14,8 triliun (kurs Rp 17.500/ poundsterling) untuk keperluan toko selama pandemi. Dana tersebut dapat ditutupi oleh penjualan yang tinggi dan 585 juta pound (Rp 10 triliun) bantuan dari pemerintah untuk bisnis gardan terdepan.

"Hanya dalam lima minggu, kami menggandakan kapasitas online kami untuk membantu mendukung pelanggan kami dan mengubah toko kami dengan langkah-langkah jarak sosial yang luas," kata Kepala Eksekutif Dave Lewis.



Simak Video "Kehidupan di Jerman Tampak Mulai Menggeliat"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)