Ini Protokol Kesehatan untuk Sektor Pariwisata

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 26 Jun 2020 21:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyon
Jakarta -

Indonesia saat ini sudah memasuki new normal, mulai dari sektor perekonomian hingga pariwisata. Dibutuhkan protokol kesehatan yang ketat agar penyebaran virus Corona bisa ditekan.

Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf Kurleni Ukar menjelaskan pembukaan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif secara bertahap dapat menggerakan kembali usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Karena selama 3 bulan sektor inilah yang paling terdampak COVID-19 namun perlu dilakukan dengan hati-hati," kata dia dalam webinar, Jumat (26/6/2020).

Dia mengungkapkan pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata serta pelaku usaha ekonomi kreatif diharapkan dapat melaksanakan KMK 382/2020 sebagai protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 agar tidak terjadi episenter atau cluster baru.

"Penerapan protokol kesehatan membutuhkan disiplin yang tinggi dari semua orang baik pemilik atau manajemen, pekerja, pelanggan dan konsumen, masyarakat juga pembina atau pengawas," ujarnya.

Menurut dia, pariwisata adalah bisnis yang sangat bergantung pada kepercayaan wisatawan domestik maupun internasional, oleh karena itu dibutuhkan rasa aman, sehat dan nyaman untuk membangun kembali kepercayaan tersebut, jangan sampai ada penularan baru di tempat wisata.

"Semoga pada saat daerah siap melaksanakannya pengawasan dan penegakan protokol kesehatan dapat di jalan kan sebaik baiknya. Sehingga sektor pariwisata ekonomi kreatif dapat segera bangkit dan sektor riil dapat bernafas kembali," imbuh dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2