Ada 2 Jenis UMKM yang 'Kebal' Corona, Apa Saja?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 29 Jun 2020 21:30 WIB
Pedagang kue kering menata dagangannya di kawasan Pasar Besar, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (2/5/2020). Pedagang setempat mengatakan penjualan kue kering lebaran mengalami kenaikan hingga 30 persen saat memasuki pekan kedua bulan Ramadhan 1441 H dan berharap akan terus meningkat sampai mendekati lebaran mendatang. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Jakarta -

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu kelompok usaha yang paling terpukul akibat pandemi Corona (COVID-19). Meski begitu, ada dua jenis UMKM yang dinilai akan kebal dari dampak virus mematikan tersebut.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapnya. Pertama, yang akan bertahan adalah UMKM yang terhubung dengan digital atau marketplace online. Ke depannya perilaku konsumen dinilai akan berubah dan belanja online akan jadi tren baru.

"BI (Bank Indonesia) mencatat bulan lalu penjualan di e-commerce meningkat 18%. Ini artinya ketika diterapkan social distancing, kantor sekolah tutup, orang menghindari pertemuan, kerumunan, akhirnya penjualan online meningkat," kata Teten dalam acara MarkPlus Government Roundtable melalui virtual, Senin (29/6/2020).

Sayangnya, dari 64 juta pelaku UMKM baru 13% yang disebut terhubung dengan digital. Untuk itulah pemerintah mendorong adanya transformasi digital.

Kedua, UMKM yang akan bertahan ketika berhasil berinovasi dan melihat peluang dengan banting setir jualan segala kebutuhan yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.

"Saya kira adaptasi dan inovasi produk penting karena disesuaikan dengan tren market dan tuntutan kualitas produk dan standarisasi produk dari konsumen," imbuhnya.

Pelaku UMKM juga harus menjamin produk yang dijualnya bersih dan aman dari COVID-19. Sehingga calon pembeli tidak perlu berpikir ulang saat membeli produk.

"Orang sekarang harus merasa aman. Baik produk, apalagi makanan minuman dipastikan terbebas dari COVID-19 menjadi penting," ujarnya.



Simak Video "Bikin Laper: Mencoba Dendeng hingga Rendang Vegetarian"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)