Jadi Tulang Punggung, UMKM di RI 87% Masih Belum Melek Digital

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2020 18:05 WIB
umkm
Foto: shutterstock
Jakarta -

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi bangsa Indonesia, tetapi sebagian besar masih dijalankan secara offline. Padahal digitalisasi sendiri kini menjadi prioritas utama di tengah pandemi COVID-19 ini.

"Bisnis kecil merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun 87% dari mereka masih offline. Dengan situasi dunia yang semakin bergantung pada kemampuan digital, mereka harus merangkul teknologi dan melakukan digitalisasi atau mereka akan tertinggal," ujarnya dikutip di situs resmi Grab, Selasa (30/6/2020).

Oleh karena itu, Ridzki menuturkan melalui program #TerusUsaha dirinya berharap bisa membantu UMKM di Indonesia berkembang dalam menghadapi fase new normal ini. Terutama bagi UMKM konvensional agar dapat kemudahan akses teknologi, peningkatan keterampilan dan layanan digital.

"Dengan semangat gotong royong, kami percaya bahwa inilah saatnya bagi UMKM Indonesia untuk maju dengan inovasi dan saling menginspirasi untuk dapat bertahan dan bangkit," ungkapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan sejak bulan Maret hingga April 2020, Grab Indonesia meluncurkan lebih dari 24 inisiatif baru untuk meringankan dampak pandemi pada mitra pengemudi dan pengiriman, garda terdepan dan komunitas.

Grab juga menghadirkan Laporan Kontribusi Personal #TerusUsaha bagi pengguna Grab yang menunjukkan bagaimana transaksi yang mereka lakukan di Grab telah membantu banyak orang untuk terus bertahan selama masa pandemi COVID-19.

Tercatat selama pandemi COVID-19 dari April hingga Juni 2020 ini, setidaknya 83.500 mitra merchant dan agen konvensional baru telah bergabung di Grab serta mendapatkan kesempatan go digital bareng Grab.

Di samping itu, pandemi COVID-19 juga telah membuka rasa empati manusia untuk saling berbagi dan saling tolong menolong. Tercatat juga selama pandemi jumlah donasi dari pelanggan yang dikumpulkan melalui penukaran poin grabrewards mencapai Rp 1,4 miliar.

Tidak hanya itu, jumlah tips dari pelanggan yang diberikan ke mitra pengemudi dan pengantaran juga meningkat hingga 63%.

"Meski dihadang oleh ketidakpastian ekonomi di masa depan, namun kami percaya bahwa kami dapat turut berperan dalam membangkitkan ekonomi Indonesia lewat digitalisasi UMKM melalui layanan seperti GrabFood, GrabKios, dan GrabMart, sembari menciptakan peluang ekonomi lainnya bagi jutaan wirausahawan mikro," pungkasnya.



Simak Video "Grab Food Gebrak 2020 dengan Gerakan 'Jangan Lupa Makan'"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)