Daging dan Telur Ayam Bikin Inflasi Juni 0,18%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 01 Jul 2020 11:35 WIB
Namun jelang Ramadhan, penjualan daging ayam dan sapi menurun. Pandemi Corona diduga menjadi penyebab turunnya penjualan di Pasar Ciwastra, Kota Bandung.
Ilustrasi/Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Kenaikan harga daging ayam menjadi faktor utama inflasi Juni sebesar 0,18%. Andil dari kenaikan harga daging ayam ras sebesar 0,14%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, harga daging ayam ras mengalami kenaikan di 86 kota. Kenaikan tertinggi di Gunungsitoli 41% dan Lhokseumawe 37%.

"Kenaikan harga daging ayam ras berikan inflasi 0,14%," kata Suhariyanto, Rabu (1/7/2020).

Tak cuma daging ayam, telur ayam ras juga memegang andil pada inflasi bulan lalu sebesar 0,04%. Di sisi lain, ada juga komoditas yang harganya turun dan menyebabkan deflasi, yaitu bawang putih, cabai merah, hingga cabai rawit.

"Penurunan harga bawang putih yang berikan andil deflasi 0,04%, cabai merah berikan andil deflasi 0,03% dan beberapa bumbu-bumbuan cabai rawit, minyak goreng, gula pasir yang masing-masing berikan andil ke deflasi 0,01%," ujarnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2