KAI Masuk Daftar Merek Termahal Indonesia dengan Nilai US$ 342 Juta

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 01 Jul 2020 13:38 WIB
KAI
Foto: KAI
Jakarta -

PT. Kereta Api Indonesia masuk ke dalam daftar daftar 100 merek termahal Indonesia tahun ini atau Indonesia's Top 100 Most Valuable Brands 2020 yang dirilis oleh Brand Finance.

Penganugerahan dengan tema 'Challenges and Opportunities of Brand Building in The New Normal Era' tersebut dilaksanakan secara virtual oleh salah satu media cetak bekerja sama dengan Brand Finance Indonesia.

"Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai kami atas masuknya KAI dalam jajaran 100 merek termahal Indonesia. Kami akan semakin terpacu untuk meningkatkan peringkat ke depannya," ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020).

Adapun tahun ini menjadi yang pertama kalinya KAI masuk ke dalam daftar tersebut dan berhasil menempati posisi ke-22. KAI pun sukses mencatatkan brand valuation atau nilai merek sebesar US$ 342 juta atau Rp 4,9 triliun (asumsi kurs Rp 14.390).

Didiek mengatakan untuk menunjang kenaikan peringkat dalam daftar tersebut, KAI akan melakukan berbagai inovasi salah satunya integrasi antarmoda first mile dan last mile. Integrasi tersebut akan semakin memudahkan penumpang karena moda transportasi menuju dan dari stasiun bisa dipesan melalui aplikasi KAI Access dan langsung terhubung dengan platform pembayarannya.

"Kami akan membangun integrasi tersebut dengan cara kolaboratif dan proaktif untuk mewujudkan layanan end to end. Hal ini sesuai dengan visi KAI yaitu menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia," jelas Didiek.

Lebih lanjut, Didiek menjelaskan akan ada inovasi lainnya pada aplikasi KAI Access. Selain dapat memesan makanan, penumpang juga bisa memesan kebutuhan sehari-hari di atas kereta. Barang tersebut selanjutnya dapat diambil di stasiun tujuan, sehingga menghemat waktu dan energi.

"Kami tetap akan menjalankan bisnis sesuai Good Corporate Governance (GCG) dengan peran proaktif stakeholders management, penanganan people dan culture, menjaga pelayanan prima, serta menjaga kualitas kinerja keuangan KAI yang tumbuh secara sustainable dari waktu ke waktu," imbuh Didiek.

Sementara itu, Direktur pengelola Brand Finance Asia Pasifik Samir Dixit mengatakan pemeringkatan ini berdasar pada hasil asesmen dengan mengacu pada data yang didapat sebelum pandemi COVID-19. Metodologi yang digunakan Brand Finance untuk menghitung valuasi merek, melibatkan aspek keuangan, yang dikategorikan sebagai aspek kuantitatif.

"Brand Finance menghitung potensi pendapatan yang dapat dihasilkan dari sebuah brand. Brand Finance juga menggunakan pendekatan Royalty Relief untuk menilai brand dengan menghitung proyeksi revenue sebuah brand 3-5 tahun ke depan, tarif pajak, serta discount rate di pasar," ungkap Samir.

Di sisi lain, Chief Editor salah satu media Kemal Effendi Gani dalam sambutannya mengucapkan selamat dan bangga atas prestasi perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut.

"Kami terus mendukung, semoga kinerja merek-merek produk dan perusahaan Bapak-Ibu bisa berkembang dengan kokoh dan makin bermanfaat bagi masyarakat," ucap Kemal.

Sebagai informasi, pada tahun 2019 KAI mencatatkan kenaikan kinerja baik di sektor angkutan penumpang maupun barang. Di 2019, KAI mengangkut 429 juta penumpang, naik 1% dibanding tahun 2018 dengan 424 juta penumpang. Untuk angkutan barang, pada 2019 KAI mengangkut 48 juta ton barang, naik 5% dibanding tahun 2018 dengan 45 juta ton barang.



Simak Video "Peluang Usaha Bagi Pemula di Saat Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)