Pembahasan RUU Cipta Kerja Dikebut, Buat Siapa?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 02 Jul 2020 13:30 WIB
Siswa dari kejuruan seperti pariwisata, kelistrikan, permesinan, permebelan, informasi teknologi mengerjakan berbagai praktek lapangan di Balai Pelatihan Kerja (BLK), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (10/4). Sebanyak 80% lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terserap di lapangan kerja, dan sebagiannya bekerja di luar negeri seperti Jepang, Brumenai, dan Malaysia.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Manfaat dari implementasi RUU Cipta Kerja yang memberikan jaminan kemudahan kepada investor, memangkas regulasi dan perizinan usaha, serta menjadi payung hukum insentif bagi pengusaha dan UMKM akan terasa untuk masyarakat di masa yang akan datang.

"RUU Cipta Kerja ini diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah lama hadir di Indonesia yakni keruwetan regulasi dan investasi. Kalau ini bisa diselesaikan saat ini, yang akan menikmati hasil dari kebijakan ini adalah masyarakat di masa yang akan datang. Rezim-rezim selanjutnya akan mendapatkan buah dari investasi saat ini di masa depan," kata ekonom dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim kepada media, Kamis (2/7).

RUU Cipta Kerja yang difokuskan untuk memangkas keruwetan regulasi untuk berinvestasi, diharapkan bisa meningkatkan kembali gairan investasi di Indonesia. Masuknya investasi saat ini, bisa memfasilitasi terbukanya lebih banyak lapangan kerja yang akan dinikmati oleh generasi di masa mendatang.

Tumpang tindih regulasi terutama di bidang investasi ekonomi memang sudah jadi permasalahan akut di Indonesia semenjak masa reformasi. Upaya menyelesaikan permasalahan ini juga tidak bisa dicapai dengan cara yang mudah.

"Di sini lah menariknya pemerintahan Joko Widodo yang memang selalu mencari hal baru yang pada masa pemerintahan sebelumnya sulit dilakukan. Pada periode pertama, infrastruktur jadi fokus Joko Widodo padahal masalah ini nyaris tidak pernah diselesaikan di masa sebelumnya. Pada periode kedua, masalah regulasi dan investasi coba diselesaikan melalui RUU Cipta Kerja. Sama seperti infrastruktur, manfaatnya mungkin baru terasa di masa mendatang," kata pengajar di Fakultas Ekonomi Bisnis UNS ini.

Hal senada juga diamini oleh ekonom dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Anton Setyawan. Menurutnya, RUU Cipta Kerja memang mencoba untuk memfasilitasi pergeseran di bidang investasi dan ketenagakerjaan di masa yang akan datang.

"Saya cukup yakin RUU Cipta Kerja ini dibangun dengan semangat melindungi pekerja di berbagai sektor, perlu diakui bahwa ke depan memang ada pergeseran industri dan ini coba diakomodasi oleh RUU Cipta Kerja. Investasi yang sifatnya padat karya, lambat laun akan berkurang dan diganti dengan investasi padat modal," kata Anton.

Ini membuat regulasi dari pemerintah juga harus menyesuaikan perkembangan karakteristik ekonomi dan pasar. Kebutuhan SDM dan jenis pekerjaan lambat laun akan bergeser ke bidang yang lebih bervariasi. "Bidang jasa ini kan biasanya pekerjanya lebih fleksibel. Pergeseran jenis industri ini yang coba difasilitasi pemerintah melalui regulasi yang lebih relevan seperti RUU Cipta Kerja," kata Anton.



Simak Video "Jika Pembahasan RUU Cipta Kerja Tak Disetop, Buruh Ancam Tambah Massa!"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)