Pengusaha Ingatkan OJK, UMKM Bisa Lumpuh Bila Bantuan Modal Telat Cair

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 02 Jul 2020 18:45 WIB
Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani
Foto: Citra Nur Hasanah / 20detik
Jakarta -
Para pengusaha mengingatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang kondisi pelaku UMKM yang sudah lumpuh. Jika penyaluran bantuan modal kerja masih lambat, kelumpuhan UMKM bisa menjadi permanen.

Hal itu diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani saat bertemu dengan para petinggi OJK. Hadir pula Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani dan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming.

"Kita lihat dari proses tadi ditampilkan juga pertama pemaparan dari Pak Wimboh (Ketua Dewan Komisioner OJK) kalau tidak salah memang ini sesuai dengan apa yang kami prediksi, bahwa dalam waktu yang singkat tekanan terhadap dunia usaha dan termasuk UMKM sangat besar," ujarnya di Gedung OJK, Jakarta, Kamis (2/7/2020).


Tekanan tersebut tercermin dari jumlah utang UMKM yang diminta untuk direstrukturisasi. Jumlahnya kini sudah sekitar 50% dari total kredit yang disalurkan perbankan kepada UMKM.

"Kurang lebih (total kredit UMKM) Rp 1.100 triliun, artinya sudah Rp 500 triliun lebih yang sudah meminta restrukturisasi," tambahnya.

Sementara jika ditambah dengan non UMKM, total pembiayaan kepada dunia usaha yang diajukan restrukturisasi mencapai Rp 1.350 triliun. Angka itu sekitar 25% dari total kredit perbankan. Meskipun saat ini yang baru disetujui untuk direstrukturisasi utanya sekitar Rp 695 triliun.

Banyaknya pelaku usaha yang meminta restrukturisasi utangnya ke bank merupakan tanda bahwa dunia usaha sedang dalam keadaan yang berbahaya. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan cepat dari regulator dan otoritas seperti OJK untuk mengimplementasikan sederet program bantuan untuk dunia usaha.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "PAN Buat Sayembara Bantuan Modal UMKM hingga Rp 2,2 M"
[Gambas:Video 20detik]