Erick Thohir Blak-blakan Korupsi di BUMN hingga Freeport

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2020 08:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Menteri BUMN Erick Thohir (Achmad Dwi Afriyadi/detikcom)
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir bicara panjang lebar mengenai perusahaan pelat merah. Termasuk, mengenai maraknya korupsi di BUMN.

Erick bercerita, maraknya korupsi di BUMN karena menjalankan peran ganda antara ekonomi dan pelayanan publik tanpa pembatas yang jelas.

"Inilah transformasi yang kita coba push yang dulunya, kembali tidak ada maksud mendiskreditkan menteri sebelumnya. Bahwa BUMN dulunya peran ganda untuk memenuhi nilai ekonomi dan pelayanan publik, tapi problem-nya karena garis merahnya tidak jelas," kata Erick dalam webinar Kingdom Business Community, Kamis (2/7/2020).

Lanjut Erick, hal itu kemudian membuat para direksi mencampuradukkan peran penugasan dengan bisnis. Akhirnya, korupsi pun merebak.

"Akhirnya para direksi sendiri mencampuradukkan penugasan dan bisnis yang benar. Karena itu, banyak sekali kasus korupsi. Beberapa tahun ini saja sudah 53 kasus korupsi di BUMN," ujarnya.

Oleh karena itu, Erick pun memetakan BUMN. Ia memetakan BUMN yang murni bergerak di bisnis, pelayanan publik, dan ada juga yang mix atau campuran.

Ia mencontohkan Telkom dan Bank Mandiri yang benar-benar di bisnis. Tapi ada juga yang berfokus pada pelayanan publik, seperti Pupuk Indonesia.

"Ini kita mapping supaya para direksi KPI (key performance indicator) jelas dan tidak ada iri-irian satu sama lainnya," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak"
[Gambas:Video 20detik]