Pajak Mau Naik, Warga Saudi Serbu Pusat Perbelanjaan

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2020 09:47 WIB
Pasar kaget
Ilustrasi/Foto: (Shafa/detikTravel)
Jakarta -

Warga di seluruh Arab Saudi ramai-ramai mengunjungi pusat perbelanjaan setelah lockdown dicabut pada Juni. Mereka 'menimbun' berbagai kebutuhan dengan alasan untuk menghemat pengeluaran sebelum pajak naik.

Kantor berita Arab Saudi mengumumkan, pajak pertambahan nilai (PPN) dinaikkan dari 5% menjadi 15% per 1 Juli sebagai cara untuk meningkatkan pendapatan negara karena harga minyak anjlok ketika lockdown menghancurkan ekonomi.

Beberapa orang mengatakan ini sebagai Black Friday, yang merupakan istilah untuk hari belanja dengan diskon besar-besaran.

"Orang-orang menyerang mal dan pusat perbelanjaan. Itu tampak seperti penjualan Black Friday," kata pemilik bisnis yang tinggal di kota Khobar Timur, Ali Almarri dilansir CNBC, Jumat (3/7/2020).

Dia sendiri ingin membeli mobil baru sebelum kenaikan pajak ditetapkan. Namun mobil benar-benar terjual habis di setiap dealer yang dikunjungi.

"Seorang penjual di satu dealer memberi tahu saya bahwa mereka menjual lebih banyak mobil pada bulan lalu daripada dalam lima bulan sebelumnya. Orang ingin menghemat uang dan mereka tidak mau harus membayar PPN," ucapnya.

Selain menaikkan PPN, Arab Saudi juga telah menangguhkan biaya hidup untuk pekerja sektor publik dan mengumumkan pemotongan serta penundaan untuk proyek-proyek yang merupakan bagian dari visi 2030. Kebijakan itu ditetapkan bukan lain untuk menopang perekonomian yang terpukul akibat virus Corona.



Simak Video "Pajak Digital Diberlakukan, Ini Tarif Baru Netflix"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)