Balada Pizza Hut yang Terancam Bangkrut

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2020 18:00 WIB
pizza hut
Foto: iStock/Pizza Hut
Jakarta -

NPC International, perusahaan waralaba terbesar di Amerika Serikat (AS) yang mengoperasikan Pizza Hut mengajukan kebangkrutan. Hal itu terjadi setelah adanya penutupan di sejumlah gerai akibat pandemi Corona (COVID-19).

NPC International di Kansas mengatakan pihaknya telah menandatangani perjanjian dukungan restrukturisasi melalui pemberi pinjaman secara substansial untuk mengurangi utang jangka panjang NPC dan memperkuat struktur modal perusahaan.

Perusahaan kini memiliki utang US$ 903 juta atau setara Rp 13 triliun (kurs Rp 14.400/US$) dan telah melakukan pra-negosiasi perjanjian restrukturisasi yang sekitar 90%-nya berasal dari pinjaman pertama dan 17% dari pemberi pinjaman kedua.

"Meningkatnya biaya komoditas dan tingkat leverage keuangan yang lebih tinggi menghadirkan tantangan bagi operator restoran," kata Kepala Eksekutif dan Presiden Divisi Pizza Hut NPC, Jon Weber dalam sebuah pernyataan dilansir Forbes, Kamis (2/7/2020).

NPC sendiri memiliki 1.225 lokasi Pizza Hut dan 385 restoran Wendy's yang dikelola oleh 7.500 karyawan penuh waktu, 28.500 pekerja paruh waktu, dan beroperasi di 30 negara bagian dan Distrik Columbia. Perusahaan sendiri ingin tetap menjaga gerainya terbuka dan membayar pekerjanya.

Dalam sebuah pernyataan, Pizza Hut mengatakan harapannya agar restrukturisasi ini bisa membantu restoran. Pizza Hut sendiri sebagai merek telah menghadapi tantangan dari kebangkitan pesaingnya selama bertahun-tahun.

"Tantangan-tantangan ini telah diperbesar baru-baru ini oleh dampak dan ketidakpastian COVID-19," kata Jon Weber.

Sekadar informasi, NPC International adalah franchise terbesar dari konsep restoran mana pun di AS, berdasarkan jumlah lokasi. Berbasis di Leawood, Kansas, perusahaan telah lama menjadi tulang punggung komunitas waralaba Pizza Hut. Sebelum pandemi, sesungguhnya perusahaan telah mencari bantuan dari restrukturisasi.



Simak Video "Tak Hanya Diskon, Ini Cara Pertahankan Bisnis di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)