Bantu Petani, Teten Perintahkan LPDB-KUMKM Gandeng Koperasi Simpan Pinjam

Inkana Putri - detikFinance
Sabtu, 04 Jul 2020 16:46 WIB
LPDB
Foto: LPDB
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku, mendapat masukan langsung dari petani bawang merah di Demak. Bahwa diperlukan pembiayaan yang murah dan mudah untuk bisa mengembangkan sektor pertanian.

"Saya sudah memerintahkan agar LPDB-KUMKM bermitra dengan koperasi simpan pinjam yang membina usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Agar lebih cepat menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan permodalan," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2020).

Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi KSP KUD Mintorogo di Kabupaten Demak, Jawa Tengah kemarin. Dalam kunjungan tersebut, Teten didampingi Wakil Bupati Demak Joko Sutanto, Deputi Pengembangan SDM Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim, dan Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo.

Adapun KSP KUD Mintorogo merupakan mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang menerima pinjaman/pembiayaan sebanyak empat kali sejak tahun 2009 sampai 2019. Ketiga pinjaman sebelumnya telah lunas, namun pinjaman keempat mendapat fasilitas kelonggaran pembayaran angsuran pokok dan bunga selama 12 bulan karena dampak pandemi.

Terkait hal ini, Teten menyatakan Indonesia perlu memperkuat koperasi pangan agar bisa tumbuh kekuatan ekonomi baru. "Perkuatan koperasi pangan sebagai bagian dari infrastruktur ketahanan pangan nasional," tandasnya.

Menurutnya, dalam jangka panjang Indonesia harus menyiapkan koperasi pangan yang kuat, melalui pembiayaan yang lebih murah dan ramah serta persyaratan yang tidak berbelit-belit.

"Sektor pangan yang bisa dikembangkan koperasi adalah yang memiliki keunggulan dan Indonesia masih mengimpor. Misalnya, jagung dan padi. Kedua komoditas ini dinilai belum dimaksimalkan, dikarenakan masih impor," ungkapnya.

Sementara, salah seorang petani bawang merah di Demak Mardiyah mengaku, membutuhkan modal pembiayaan pertanian dengan bunga kecil. Hal ini membuatnya memilih bergabung dengan koperasi di KSP KUD Mintorogo.

"Saya mohon pemerintah membantu kami agar bisa membiayai pertanian kami. Mohon bisa dengan bunga kecil, lebih kecil dari bank," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur KSP KUD Mintorogo Supriyadi mengatakan dampak dari krisis global akibat COVID-19 mengakibatkan kemampuan mengangsur anggota dari Maret 2020 hingga saat ini terus melemah.

"Kurang lebih 280 anggota yakni 10 persen dari total anggota koperasi mengalami dampak signifikan. Mereka tidak melakukan pembayaran angsuran, dikarenakan banyaknya usaha yang tutup akibat pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan berkurangnya jumlah pembeli saat pandemi," paparnya.

Supriyadi mengatakan, jumlah anggota koperasi per Desember 2019 ada sebanyak lebih dari 36 ribu orang dengan 17 kantor cabang. Ia juga menambahkan, sektor yang paling terdampak adalah pertanian dan perdagangan dimana sebanyak 28 persen anggota yang mengalami efek paling dominan adalah petani bawang merah dan 28 persen lainnya adalah pedagang UMKM.

"Biaya benih yang dibeli petani bawang merah mengalami kenaikan harga, kendati demikian produksi tetap berjalan. Ketika petugas kami turun langsung ke lapangan, banyak petani yang tidak begitu mengerti penyebab kenaikan harga benih tersebut, namun analisa dari kami, efek PSBB membuat petani harus membeli benih dari luar wilayah Demak dengan kualitas yang lebih unggul," ungkapnya.

Supriyadi melanjutkan, dengan tidak berlakunya lagi PSBB di beberapa daerah, diharapkan benih bawang yang dibutuhkan petani bisa didapatkan dengan mudah dan harga yang lebih murah.

Selain petani, beberapa anggota yang merupakan karyawan swasta atau pabrik juga mengalami kondisi dirumahkan. Jika biasanya anggota tersebut rutin menabung setiap bulannya, namun kini berbalik menjadi menarik simpanan. Bahkan, pada bulan lalu menjelang hari raya Idul Fitri dan persiapan masuk anak sekolah, banyak anggota yang menarik simpanannya dalam jumlah yang cukup besar.

"Pembinaan dan komunikasi dengan anggota menjadi jalan keluar yang selalu kami utamakan. Namun, upaya terbaik tetap dilakukan yakni menyiapkan dana likuiditas utamanya saat anggota bermaksud menarik simpanan selama tiga bulan terakhir. Apabila benar-benar ada anggota yang membutuhkan simpanannya, maka kami harus berikan," imbuhnya.

Selain mengedepankan kebutuhan anggota, KSP KUD Mintorogo juga telah merancang beberapa skenario baru terutama saat kondisi pandemi COVID-19. Mulai dari Mei hingga Juni 2020 lalu, tim lapangan telah menganalisis kondisi usaha anggota dan menentukan strategi dan langkah terbaik demi menyelamatkan usaha mereka. Bahkan, pada Juli ini, KSP KUD Mintorogo sudah mulai menerapkan skenario baru dengan membuka beberapa usaha atau toko-toko anggota selama new normal.

KSP KUD Mintorogo berupaya menghidupkan kembali usaha anggota, baik dengan stimulus pinjaman baru, maupun memutar angsuran yang masuk ke koperasi. Stimulus atau modal baru diberikan kepada usaha anggota yang paling lemah dan berdampak. Sedangkan, memutar dana berarti dana angsuran yang dibayarkan anggota yang tidak terdampak akan diputar ke anggota yang usahanya paling berdampak.

"Dengan adanya stimulus tersebut, usaha anggota yang sempat melemah dapat kembali berjalan bahkan nantinya mampu mengembangkan usahanya lebih besar lagi," katanya.

Selain stimulus, KSP KUD Mintorogo juga memberlakukan grace period atau masa tenggang. Untuk usaha anggota yang terdampak yang baru mendapatkan stimulus, diberikan masa tenggang selama tiga bulan untuk tidak mengangsur kewajiban. Konsep pendampingan pun juga dilakukan dalam penerapan strategi ini.

Upaya tersebut diharapkan mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anggota untuk bangkit dan menyusun kekuatan dalam menggerakkan kembali roda ekonomi usahanya.

"Sehingga, dana yang tersalur benar-benar dimanfaatkan untuk modal usaha, sehingga kewajiban membayar tetap dilakukan," pungkas Supriyadi.



Simak Video "Dicari! Pahlawan Digital UMKM Andalan Teten Masduki dan Putri Tanjung"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)