Ekonomi RI Bakal Tumbuh Minus, Ini Respons Pengusaha

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2020 11:41 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif atau sampai September 2018 sebesar 5,17%.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Perekonomian Indonesia bakal negatif si kisaran minus 0,4% sampai positif 1,0% di tahun 2020. Angka tersebut merupakan proyeksi yang dirilis Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani meminta pemerintah bisa menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap di level positif.

Menurut Shinta, pertumbuhan ekonomi minus tidak hanya berlaku di Indonesia, selama pandemi virus Corona terjadi hampir semua pertumbuhan ekonomi negara di dunia diproyeksi minus.

"Sebaiknya jangan terlalu heboh, prejudice dan pesimistis dulu tetapi kita justru harus semakin semangat mengupayakan segala hal agar negative growth itu tidak terjadi di sepanjang 2020," kata Shinta saat dihubungi detikcom, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Shinta menyebut pemerintah harus bisa mengundang investasi masuk ke tanah air seagresif mungkin, melancarkan logistik demi memastikan pasokan barang tersebar ke seluruh wilayah, dan yang terpenting mampu menurunkan kasus Corona. Tujuannya agar ekonomi minus hanya terjadi di satu kuartal saja.

Kementerian Keuangan memproyeksi laju ekonomi minus 3,8% di kuartal II-2020, angka itu merupakan yang paling dalam, dan diharapkan pemulihan ekonomi bisa berjalan di kuartal selanjutnya.

"Sebisa mungkin dibatasi hanya di satu kuartal saja, misalnya kuartal II yang saat ini berisiko tinggi mengalami negative growth. Kuartal-kuartal berikutnya kita harus memacu produktivitas," jelasnya.

Lebih lanjut Shinta mengaku, ekonomi nasional yang minus sangat berdampak tidak hanya pada pelaku usaha, namun bagi semua masyarakat. Oleh karena itu, dirinya meminta pemerintah melancarkan insentif pada masyarakat dan dunia usaha.

"Kalau kita tidak ingin kontraksi ini terus berlanjut, pemerintah harus aktif memperlancar distribusi stimulus kepada pelaku usaha yang membutuhkan, khususnya UMKM dan sektor padat karya, agar tingkat PHK tidak bertambah, perusahaan bisa terus bergerak, dan kegiatan ekonomi tidak stagnan," ungkapnya.



Simak Video "Jurus Mendag Agus Suparmanto Tangkal Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)