5 Maskapai Ini Ngutang Rp 361 T untuk Gaji Karyawan

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 10:17 WIB
A British Airways Boeing 747 passenger aircraft prepares to take off as passengers wait to board a flight in Cape Town International airport in Cape Town, South Africa, January 12, 2018. Picture taken January 12 2018. REUTERS/Hannah McKay
Foto: Dok. REUTERS/Hannah McKay
Jakarta -

Sejumlah maskapai penerbangan di Amerika Serikat (AS) telah sepakat menerima bantuan pinjaman dari pemerintah AS senilai US$ 25 miliar setara Rp 361 triliun (Rp 14.400). Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan maskapai dari hantaman krisis virus Corona.

Departemen Keuangan AS mengungkapkan pinjaman maskapai ini dilakukan Selasa kemarin. Maskapai yang mendapat pinjaman ialah United Airlines, Delta Airlines, Alaska Airlines, JetBlue Airways, dan Southwest Airlines.

Pihak maskapai maskapai memprediksi layanan penerbangan akan terus tertekan hingga ditemukannya vaksin virus Corona (COVID-19). Anjloknya permintaan penerbangan terjadi di jaringan United Airlines di Newark, di mana permintaan penerbangan hanya sekitar 16% dibandingkan tahun lalu.

Chief Commercial Officer United Airlines Andrew Nocella mengatakan United Airline menjadi maskapai yang paling terdampak akibat virus Corona dibandingkan maskapai domestik AS lainnya. Pekan ini maskapai tersebut akan mengeluarkan kebijakan cuti untuk sejumlah karyawan secara efektif hingga 1 Oktober mendatang. Tekanan dari krisis virus Corona ini juga membuat puluhan ribu pekerja maskapai PHK dan dirumahkan.

Sebelumnya, sejak April lalu maskapai-maskapai penerbangan AS telah menerima paket bantuan senilai US$ 25 miliar untuk membayar gaji pegawai. Dana itu digunakan maskapai untuk menggaji karyawannya hingga 30 September mendatang.

Namun, setelah maskapai mendapatkan bantuan tersebut, maskapai dilarang mengeluarkan kebijakan cuti dan PHK untuk seluruh pegawainya hingga waktu yang ditentukan tadi. Serikat pekerja maskapai di AS meminta anggota parlemen untuk memperpanjang paket bantuan pembayaran gaji hingga Maret tahun depan.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)