KAI Butuh Rp 3,5 T Buat Perawatan Kereta hingga Gaji Pegawai

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 12:18 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT KAI (Persero) membutuhkan dana talangan Rp 3,5 triliun. Anggaran dibutuhkan agar kas KAI menjadi positif.

"Rencana penggunaan dana Rp 3,5 triliun akan kami gunakan biaya operasional agar kas positif," kata Direktur Utama KAI DIdiek Hartantyo rapat dengan Komisi VI Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Didiek merinci, dana itu digunakan untuk perawatan sarana perkeretaapian Rp 680 miliar, perawatan prasarana termasuk bangunan Rp 740 miliar, biaya pegawai Rp 1,25 triliun, bahan bakar Rp 550 miliar, dan pendukung operasional lainnya Rp 280 miliar.

"KAI beserta grup itu memiliki pegawai 46 ribu, induk 30 ribu, anak perusahaan ada 6 perusahaan 16 ribu," katanya.

"Ini lah kami tidak akan mengambil kebijakan PHK dan pemotongan gaji maka kami memerlukan likuiditas," tambahnya.

Didiek mengharapkan dana talangan sebesar Rp 3,5 triliun berbentuk pinjaman lunak (soft loan) dengan bunga sekitar 2-3%. Kemudian tenornya selama 7 tahun.

Dalam soft loan ini nantinya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjuk lembaga di bawahnya.

"Nilainya Rp 3,5 triliun jatuh temponya kami harapkan 7 tahun, isntrumennya soft loan kemudian interestnya 2-3%," ungkapnya.



Simak Video "PT KAI Minta Anies Baswedan Longgarkan Syarat SIKM"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)