DPR Soroti Beda Angka PHK Versi Pemerintah dan Pengusaha

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 14:15 WIB
DPR Panggil Menaker Bahas Nasib Pekerja Terimbas Corona
Foto: Trio Hamdani
Jakarta -

Data korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan karyawan yang dirumahkan imbas pandemi COVID-19 versi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan pengusaha berbeda. Hal ini pun disoroti oleh Komisi IX DPR RI.

Anggota Komisi IX DPR RI Intan Fitriana Fauzi mempertanyakan perbedaan data yang beredar di publik kepada Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Sebab ada data yang menyatakan korban PHK dan karyawan dirumahkan sebanyak 6 juta orang. Data tersebut adalah versi pengusaha.

"Kalau kita baca di media itu bisa sampai dengan 6 juta. Nah ini mana data yang benar?" kata dia di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Sementara data versi Kemnaker, pekerja yang dirumahkan dan kena PHK sekitar 1,7 juta orang. Lalu ada 1,3 juta yang juga terdampak namun proses validasinya masih dilakukan.

Ida Fauziyah menjelaskan bahwa data versi pengusaha adalah sebuah prediksi. Sedangkan data Kemnaker sudah valid.

"Saya kira itu kan angka prediksi ya. Kalau kami kan memang datanya by name by address. Jadi kami cleansing dari data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan, juga data yang ada di teman-teman Dinas Ketenagakerjaan. Jadi bukan proyeksi ya, ini benar-benar by name by address," tambahnya.



Simak Video "Gojek Beri Paket Pesangon ke 430 Karyawan yang Kena PHK"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)