Setengah UMKM Diramal Gulung Tikar di September, Teten Khawatir

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 15:16 WIB
Agar UMKM Tidak Mati Saat Pandemi
Foto: detik
Jakarta -

Pandemi Corona memberikan banyak dampak negatif ke sektor ekonomi, salah satunya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Organisation of Economics Co-operation and Development (OECD) membuat prediksi bahwa setengah dari UMKM akan gulung tikar setelah September.

Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki mengaku khawatir akan hal itu. Meskipun belum tentu benar, prediksi itu dijadikan sebagai skenario terburuk yang harus dihadapi.

"Pandemi COVID ini menimbulkan dampak yang cukup dalam terhadap UMKM. Bahkan saya khawatir betul dengan prediksi bahwa hampir separuh dari UMKM akan gulung tikar setelah September. Saya nggak tahu apakah itu valid atau tidak, tapi anggap saja itu skenario terburuk yang harus kita hadapi dimana ada separuh UMKM yang gulung tikar," kata Teten dalam webinar, Rabu (8/7/2020).

Dia mengakui bahwa adanya Corona membuat 50% bisnis dari pelaku UMKM terganggu. Mereka dinilai tidak sanggup lagi untuk membayar cicilan ke bank.

"Kita terus keliling ke berbagai daerah seperti pasar tradisional, kebanyakan UMKM itu memang 30-50% terganggu kegiatan usahanya. Sehingga mereka tidak sanggup lagi membayar cicilan pinjaman mereka ke lembaga pembiayaan. Jadi memang terdampak dari dua sisi, supply dan demand," ucapnya.

Meski begitu, prediksi terburuk itu bisa ditekan jika pemerintah bisa memberikan bantuan permodalan bagi UMKM. Jika UMKM bisa diselamatkan lebih banyak, maka tingkat pengangguran dan kemiskinan dinilai akan berkurang.

"Ketika 1998 UMKM tampil jadi pahlawan ekonomi ketika yang lain tumbang apalagi yang terkait dengan perbankan saat itu. Saat ini pun kita yakin UMKM masih bisa jadi bumper ekonomi nasional kalau kita bisa memberikan bantuan yang tepat untuk UMKM. Ini target kita," imbuhnya.

Pemerintah sendiri menganggarkan Rp 123,46 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional khusus UMKM. Salah satunya berbentuk penjaminan modal kerja dari pemerintah.



Simak Video "Dapur Bersama Gojek Bikin Usaha Kecil Punya Cabang"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)