Bahlil ke Investor: Kami Urus Izin, Anda Bawa Modal dan Teknologi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2020 16:09 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Foto: Mohammad Wildan/20detik
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan pesan tegas kepada para investor asing. Dia mengatakan akan membantu para investor secara total apabila mau berbisnis di Indonesia.

Bahkan, dia mengatakan apabila investor asing serius soal rencana investasinya, pihaknya siap menjemput investor itu langsung dari bandara saat sampai di Indonesia.

"Saya yakinkan Anda para investor asing, apabila Anda mau melakukan bisnis di Indonesia, tim BKPM akan menjemput Anda langsung dari bandara. Kami akan membantu Anda, sepanjang Anda punya keinginan investasi serius di sini," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual berbahasa Inggris, ditayangkan live di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/7/2020).

Bahlil menjamin pihaknya akan mengurus semua perizinan yang dibutuhkan para investor apabila mau berbisnis di Indonesia. Syaratnya cuma satu, investor harus datang membawa seluruh modal dan teknologinya ke Indonesia.

"Kami akan urus semua perizinan yang dibutuhkan. Anda hanya perlu datang dan membawa semua modal dan teknologi Anda ke sini," tegas Bahlil.

Soal perizinan sendiri, Bahlil menjelaskan pihaknya akan memaksimalkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha. Melalui Inpres tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendelegasikan kewenangan perizinan berusaha dan pemberian fasilitas investasi kepada Kepala BKPM yang tadinya tersebar di banyak kementerian dan lembaga (K/L).

Bahlil mengatakan pemerintah Indonesia saat ini fokus untuk menerima investasi pada industri hilir yang menghasilkan nilai tambah. Misalnya, di sektor energi untuk membangun pabrik manufaktur baterai listrik.

Selain itu, Bahlil mengatakan pemerintah juga akan membuka investasi pada alat kesehatan. Pasalnya, selama pandemi virus Corona berlangsung Indonesia terlalu banyak impor alat kesehatan.

"BKPM juga mau mendorong investasi yang datang untuk industri alat kesehatan karena selama COVID-19 melanda, pengalaman kita selama ini terlalu banyak melakukan impor dari luar negeri," papar Bahlil.

Investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) sendiri mengalami kemerosotan selama pandemi Corona. Realisasinya pada triwulan I-2020 turun, bahkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) lebih dominan jumlahnya selama 3 bulan pertama 2020.

Dari total investasi Rp 210,7 triliun sepanjang Januari-Maret, investasi asing hanya memegang porsi sekitar Rp 98 triliun. Padahal, di periode yang sama tahun lalu jumlah PMA yang masuk sekitar Rp 112 triliun.



Simak Video "Investasi Terhambat, Kepala BKPM: Ada 'Hantunya'"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)