Ini Alasan 300 Pegawai Garuda Rela Pensiun Dini Saat Pandemi

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 13 Jul 2020 19:00 WIB
Pesawat Garuda Indonesia tergelincir di Bandara Adisutjipto, Minggu (25/11/2018).
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pandemi wabah COVID-19 telah menghantam habis industri penerbangan. Pihak maskapai pun mengambil langkah efisiensi, contohnya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Maskapai milik pemerintah ini memilih jalan pengurangan karyawan demi menyelamatkan bisnisnya. Perusahaan telah menawarkan karyawannya untuk pensiun dini.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan saat ini sudah ada sekitar 300 karyawan yang mengajukan pensiun dini. Angka ini dinilai terus bertambah.

"Setiap hari nambah terus kalau nggak salah (sekarang) ada 300-an," kata Irfan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Karyawan yang bersedia untuk pensiun dini akan diberikan haknya sesuai aturan yang sudah ditetapkan perusahaan layaknya orang pensiun.

"Benefitnya banyak banget lah itu ada di aturan perusahaan macam-macam kita compile semua peraturan kalau orang pensiun terus kita kasih tambahan. Keuntungan dapat semua, terus dia baru umur 51 tahun punya aktivitas di luar yang mungkin produktif, ada opportunity kenapa enggak (pensiun dini)," ucapnya.

Dikarenakan harus memenuhi kewajiban karyawan yang pensiun dini, Irfan mengakui kebijakan ini memang memberatkan perusahaan. Tetapi dalam jangka panjang diyakini akan menguntungkan.

"Jadi memang akan berat di jangka pendek karena kita mesti memenuhi kewajiban. Tapi ini akan meringankan di jangka panjang buat perusahaan dan yang penting kita memastikan bahwa karyawan mengambil tawaran (pensiun dini) itu adalah mereka merasakan keuntungannya," imbuhnya.



Simak Video "Garuda Tawarkan Pensiun Dini untuk Karyawannya"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)