1,7 Juta Pekerja Terdampak Corona Jadi Prioritas Pra Kerja

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 13 Jul 2020 19:35 WIB
Ilustrasi Kartu Pra Kerja
Foto: Ilustrasi Kartu Pra Kerja (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Pendaftaran gelombang 4 program kartu Pra Kerja akan dibuka akhir Juli ini. Nantinya, pemerintah akan menjadikan whitelist alias daftar pekerja yang terdampak COVID-19 untuk masuk ke dalam program ini.

Daftar whitelist ini sendiri dikumpulkan Kementerian Ketenagakerjaan dari Dinas Ketenagakerjaan daerah dan BPJS Ketenagakerjaan. Isinya, merupakan pekerja yang terdampak virus Corona, baik yang dirumahkan maupun di-PHK, dan beberapa pengusaha UMKM.

Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja Rudy Salahuddin mengatakan ada 1,7 juta pekerja yang masuk dalam daftar whitelist. Jutaan orang ini akan diprioritaskan masuk ke dalam program kartu Pra Kerja hingga 5 gelombang pendaftaran ke depan.

"Itu 1,7 juta data dari Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan. Ini prioritas di 5 batch ke depan semua masuk. Setelah itu baru umum," kata Rudy di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (13/7/2020).

Dia menjelaskan bahwa setiap gelombang yang dibuka, 80%-nya dialokasikan untuk whitelist dari Kementerian Ketenagakerjaan dan sisanya baru umum.

"Jadi kan ada 1,7 juta itu, jadi per batch 80%, nah 20% umum," jelas Rudy.

Dari data Kementerian Ketenagakerjaan sendiri awalnya ada total 3 juta orang yang masuk ke dalam whitelist. Sementara itu yang datanya sudah lengkap ada 1,7 juta orang, orang-orang ini yang akan menjadi prioritas untuk masuk program Kartu Pra Kerja.



Simak Video "Pendaftar Kartu Pra Kerja Tembus 8,4 Juta Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)