APBN Tekor Rp 1.039 T, Kemenkeu: Ini Pilihan Pahit

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2020 16:19 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut peningkatan angka defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 merupakan pilihan pahit yang harus dilakukan pemerintah demi menyelamatkan ekonomi dari dampak Corona (COVID-19).

"Kondisi tahun ini sangat challenging dan tahun ini dengan kondisi penerimaan pajak turun dan ekonomi kita melambat mau tidak mau kita harus defisit sampai Rp 1.039 triliun, ini pilihan yang pahit," kata Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo melalui webinar, Selasa (14/7/2020).

Yustinus mengatakan jika itu tidak dilakukan maka seluruh rakyat Indonesia akan dirugikan. Dengan adanya Corona ini, telah merubah semua rencana pemerintah bahkan mimpi 2045 akan direvisi dengan adanya Corona.

"Yang dirugikan secara keseluruhan adalah bangsa Indonesia karena mimpi 2045 itu kemungkinan juga akan di revisi karena interupsi-interupsi tidak bisa kita kelola dengan baik," ucapnya.

Untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah menyediakan RUU Omnibus Law. Cara ini dinilai bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang saat ini terdampak Corona.

"Omnibus law menurut kami strategi yang paling mungkin untuk saat ini. Mungkin bukan the best policy atau the second best tapi itu yang paling mungkin saat ini. Apakah ini serba buruk pasti juga tidak. Saya yakin punya hal baik," imbuhnya.



Simak Video "Wakil Ketua MPR Dorong Realokasi Sebelum Pakai Dana Cadangan"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)