Ini Bentuk Dana Talangan Rp 8,5 Triliun yang Diminta Garuda

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2020 09:00 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra
Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom
Jakarta -

Pemerintah akan memberikan dana talangan kepada beberapa BUMN dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN). Salah satu perusahaan pelat merah yang bakal menerima dana talangan itu ialah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan nilai Rp 8,5 triliun.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengusulkan bentuk dana talangan dari pemerintah dalam bentuk mandatory convertible bond (MCB) atau obligasi wajib konversi.

"Struktur mekanisme dana pinjaman yang kami usulkan setelah diskusi pemegang saham adalah seperti berikut indikatifnya Rp 8,5 triliun strukturnya mandatory convertible bond. Kita harapkan turunnya 2020," katanya saat rapat dengan Komisi VI di Komisi VI DPR RI Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Irfan mengusulkan skema tersebut lantaran ingin memastikan jika manajemen juga harus berusaha maksimal.

"Ingin memastikan manajemen juga harus melakukan upaya-upaya semaksimal mungkin untuk bisa memastikan perusahaan dijaga keberlangsungannya," ujarnya.

Melalui skema tersebut, pemerintah atau SMI akan berperan sebagai stand by buyer. Ia juga mengusulkan jangka waktu MCB tersebut 3 tahun. "MCB kita usulkan tenor 3 tahun," terangnya.

Sebelum dana talangan cair, Garuda Indonesia juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan bank BUMN (Himbara) terkait adanya fasilitas bridging loan.

"Kita berharap dana ini kita peroleh dan sambil menunggu pencairan Rp 8,5 triliun tersebut kita sedang melakukan pembicaraan bersama-sama Kementerian BUMN untuk bisa dilakukan bridging dana pinjaman dari bank Himbara," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Pramugari Garuda Pakai Face Shield Ketimbang Baju APD, Ini Kata Dokter"
[Gambas:Video 20detik]