Ekspor RI Turun 5,49% Jadi US$ 76,41 Miliar

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2020 11:49 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juni sebesar US$ 12,03 miliar. Angka ini naik 15,09% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun turun 5,49% atau US$ 76,41 miliar secara year on year.

"Kalau dibandingkan dengan posisi Mei 2020 ekspor kita meningkat 15,09%," kata Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (15/7/2020).

Kenaikan ekspor pada bulan Juni ni disebabkan ada peningkatan ekspor migas dan non migas.

"Nilai ekspor Juni dibandingkan 2019 tidak menunjukkan yang menggembirakan dengan catatan bahwa ekspor yang tumbuh adalah non migas di sisi lain ekspor migasnya alami penurunan 18,52% karena ada penurunan ekspor minyak mentah dan gas. Perkembangan ekspor Juni menggembirakan," ujarnya..

Suhariyanto di awal paparannya mengatakan bahwa pada Mei-Juni 2020 terjadi perubahan harga minyak mentah. Pada Juni harga minyak mentah naik menjadi US$ 36,68 US$.

"Minyak mentah dari mei ke juni ada kenaikan yang tinggi," ujarnya



Simak Video "Berapa Jumlah Penduduk RI Saat Ini? Simak Hasil Sensus BPS 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)