Biaya Logistik Mahal, Potensi Laut di Indonesia Timur Sulit Digeber

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2020 12:57 WIB
Satuan tugas (Satgas) 115 menangkap dua Kapal Perikanan Asing (KIA) berbendera Filipina yang melakukan illegal fishing di perairan Sulawesi Utara.
Ilustrasi Foto: dok. KKP
Jakarta -

Industri perikanan di Indonesia Timur memegang peran penting bagi perikanan Indonesia. Sekitar 60% sumberdaya ikan ada di perairan Indonesia Timur.

Selain itu, perikanan skala kecil mendominasi usaha perikanan di wilayah ini, koperasi telah memberikan peran penting bagi pemberdayaan perikanan skala kecil.

Untuk itu, wilayah Indonesia Timur memiliki posisi strategis untuk pengembangan perikanan skala kecil, dengan penguatan sosial ekonomi menjadi fokus penting.

Ketua FK2PT Agus Suherman mengatakan wilayah pengelolaan perikanan (WPP) khususnya 714 Laut Banda sampai 718 Samudera Pasifik telah dikenal sebagai lumbung tuna khususnya cakalang dan tuna sirip kuning (yellowfin). Bahkan, kurun waktu 1968-1978 bangsa Indonesia bersama Jepang menyepakati Banda Sea Agreement I-III sebagai bentuk kerjasama atas kapal-kapal Jepang yang melakukan operasi penangkapan di sekitar Laut Banda.

Perikanan skala kecil khususnya di wilayah timur juga sangat didukung adanya keberadaan koperasi perikanan sebagai wujud dari ekonomi yang berpihak kepada masyarakat.

"Dulu di Selat Lembeh Bitung kita mengenal bagi hasil antara nelayan bagan penangkap ikan teri untuk umpan hidup kapal Skipjack Pole line (SPL), dimana nelayan bagan menerima 20% dari harga jual hasil tangkapan kapal SPL. Koperasi perikanan Indonesia juga pernah berjaya di era 1980-1990-an," terangnya dalam webinar Temu FK2PT dilansir dari keterangan tertulisnya, Rabu (15/7/2020).

Untuk itu, lanjut Agus momentum peringatan Hari Koperasi Nasional ke-73 pada tanggal 12 Juli 2020 lalu, dapat kita jadikan spirit dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.

Namun di sisi lain, Agus mengutarakan terdapat salah satu kelemahan daya saing dari produk perikanan Indonesia dari wilayah timur, yaitu masalah biaya logistik yang masih tinggi.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Rincian Rp 1,24 T, Anggaran Tambahan yang Diminta Edhy Prabowo"
[Gambas:Video 20detik]