Pengusaha Tekstil Curhat Empat Problem ke Menperin

Pengusaha Tekstil Curhat Empat Problem ke Menperin

- detikFinance
Jumat, 30 Des 2005 12:07 WIB
Jakarta - Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menemui Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Setidaknya ada empat masalah yang dinilai sangat memberatkan. Apa saja?Keempat masalah itu disampaikan sekitar 20 pengusaha tekstil saat bertemu Fahmi di kantornya, Lantai 2 Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (30/12/2005).Keempat masalah yang dicurhatkan itu adalah: Pertama, masalah energi alternatif seperti penggunaan batubara. Setelah kenaikan harga BBM, industri cenderung lebih memilih menggunakan batubara. Namun saat ini masih ada berbagai masalah yakni batubara dianggap mencemarkan lingkunan."Karena kita punya deposit batubara, kita akan cari solusi teknologi mengatasi pencemarannya," ujar Fahmi.Kedua, masalah sistem pembiayaan perbankan. Saat ini, industri tekstil sangat membutuhkan pendanaan guna peremajaan mesin tua yang sudah berumur lebih dari 15 tahun. "Sehingga membuat kita tidak bisa bersaing di pasar internasional dari segi kualitas dan kapasitas. Industri tekstil terbentur perbankan yang menilai tekstil adalah sunset industry sehingga tidak didukung. Pandangan itu yang tidak benar," urai Fahmi.Ketiga, masalah penyelundupan. "Ini hal yang luar biasa. Bukan berbentuk 1-2 koper saja, tapi berbentuk kontainer. Penyelundupan ini fatal. Tapi kita sadari penyelundupan bukan hanya masuk ke dalam, tapi dari dalam pun melakukan penyelundupan," katanya.Keempat, masalah tenaga kerja dan perburuhan. "Ini sama rumitnya. Misalnya dalam masalah upah dan pesangon," ujarnya. Atas keluhan tersebut, Fahmi berjanji pihaknya akan mengambil langkah serius untuk mengatasi permasalahan tekstil agar tetap menjadi primadona. Hal ini mengingat tekstil unggul dalam perolehan devisa. Saat ini nilai ekspor tekstil lebih tinggi dari impornya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads