2 Media Raksasa Ini PHK Ratusan Jurnalisnya

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 16 Jul 2020 14:30 WIB
Crop person using typewriter
Foto: iStock
Jakarta -

Dua media Inggris mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran Rabu kemarin. Kebijakan ini diambil karena adanya tekanan keuangan perusahaan akibat pandemi virus Corona.

Dikutip dari CNN, Kamis (16/7/2020) The Guardian mengatakan mereka memangkas 180 pekerja, termasuk 70 pekerja di departemen editorial. Media ini juga mengungkap bahwa perusahaan mengalami penurunan pendapatan mencapai 25 juta pound sterling atau setara Rp 367 miliar (kurs Rp 18.300).

Sedangkan BBC mengumumkan telah memangkas 70 pekerja lagi pada Rabu kemarin. BBC sendiri sudah melakukan PHK ke lebih dari 450 karyawannya sejak Januari lalu. BBC sudah menghadapi tekanan keuangan sebelum pandemi melanda.

Keuangan perusahaan tertekan akibat wabah virus corona, sebab adanya keterlambatan pembayaran iuran tahunan penduduk Inggris yang menjadi sumber anggaran mereka. Perusahaan melakukan perampingan dan restrukturisasi untuk bisa menghemat sekitar US$ 157,9 juta.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tengah mengusulkan untuk mengubah skema pendanaan BBC. Ia berencana mengubah sistem iuran tahunan, dan kemungkinan berupaya menghapus sepenuhnya di masa depan.

Inggris kini menghadapi krisis tenaga kerja akibat pandemi yang memicu kemerosotan ekonomi. Perusahaan-perusahaan besar di Inggris telah mengumumkan lebih dari 80.000 PHK.

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak meluncurkan paket stimulus US$ 37,6 miliar (Rp 551 triliun) pekan lalu untuk mencoba dan membendung kerugian, termasuk paket keringanan pajak, diskon restoran dan program pekerjaan yang dirancang untuk meningkatkan lapangan kerja.



Simak Video "Duh! 2,8 Juta Pekerja Kena PHK Imbas Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)