Mau Buka Bisnis di Tengah Ancaman Resesi, Cocok Nggak Ya?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 17 Jul 2020 14:36 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini ditutup di zona merah. IHSG cenderung bergerak di teritori negatif sepanjang perdagangan hari ini.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Memulai bisnis merupakan cara untuk mendapat penghasilan tambahan akibat pandemi Corona (COVID-19). Di sisi lain, ada ancaman resesi di depan mata. Berjualan di tengah ancaman resesi, cocok nggak ya?

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan membuka bisnis di tengah ancaman resesi sah saja asalkan melihat sektor yang berpeluang. Bisnis makanan dan minuman dinilai jadi bisnis yang bisa bertahan dari serangan Corona.

"Buka bisnis tergantung dari sektornya. Kalau sektor usaha makanan minuman dan kerja sama dengan pesan antar makanan bisa bersaing di tengah pandemi," kata Bhima kepada detikcom, Jumat (17/7/2020).

"Kemudian penjualan alat olahraga seperti sepeda dan aksesorisnya juga cukup prospek. Masyarakat yang bosan di rumah akhirnya pindah ke sepeda keliling sekitar tempat tinggal," tambahnya.

Masyarakat yang ingin membuka usaha disarankan untuk melakukan riset kecil-kecilan untuk melihat perilaku konsumen.

"Jadi sebelum buka usaha harus dilakukan riset kecil-kecilan. Apa perubahan perilaku konsumen, berapa harga produk yang pas dan bagaimana media penjualannya," jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah. Menurutnya, selalu ada kesempatan yang bisa dimanfaatkan di setiap kondisi. Termasuk berjualan di tengah resesi akibat wabah Corona.

"Sepanjang sudah sangat matang dipersiapkan. Peluang selalu ada di setiap kondisi. Justru mereka yang bisa memanfaatkan peluang yang akan sukses," ujarnya.



Simak Video "Sisa 1 Minggu Lagi Buat RI Cegah Jurang Resesi, Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)