Garuda dan Citilink PHK Pilot yang Tersangkut Narkoba

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 18 Jul 2020 19:55 WIB
Maskapai Garuda Indonesia
Garuda Indonesia/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bersama anak usahanya Citilink Indonesia memastikan menindak tegas oknum pilot yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika dengan sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi kami dengan pihak Kepolisian mengenai oknum pilot Garuda Indonesia dan Citilink yang terlibat penyalahgunaan narkotika, dapat kami sampaikan bahwa perusahaan telah menerapkan sanksi PHK terhadap oknum pilot tersebut," Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan dalam rilis resmi yang diterima detikcom, Sabtu (18/7/2020).

Menurut Irfan, penerapan sanksi PHK tersebut merupakan bentuk komitmen tegas perusahaan dengan tidak memberikan toleransi terhadap karyawannya yang melakukan penyalahgunaan narkotika.

"Sebagai wujud perhatian serius dan upaya berkelanjutan yang dilaksanakan Garuda Indonesia dalam menjamin aspek keselamatan dan keamanan penerbangan khususnya melalui upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan minuman beralkohol di lingkungan perusahaan," sambungnya.

Keputusan itu dibuat setelah Garuda Indonesia melaksanakan Drug and Alcohol Management Program (DAMP) melalui random check tes rapid urine narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) terhadap lebih dari 122 awak pesawat dan petugas operasional di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Adapun hasil random check tersebut menunjukkan seluruh awak pesawat dan petugas operasional Garuda Indonesia yang menjalani pemeriksaan tes urine dinyatakan bersih dari NAPZA.

"Secara berkala Garuda Indonesia Group juga melakukan pemeriksaan narkoba kepada seluruh karyawannya sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja sekaligus untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna jasa Garuda Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, anak usaha Garuda Indonesia Group, Citilink Indonesia juga telah melaksanakan serangkaian pemeriksaan serupa terhadap karyawannya, khususnya yang bertugas di lini operasional termasuk pilot dan awak kabin.



Simak Video "Ratusan Paus Terdampar di Tasmania, 88 Ekor Sudah Melaut"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)