Pemerintah akan Perkuat Link Sektor Riil dan Pasar Modal
Senin, 02 Jan 2006 11:18 WIB
Jakarta - Pemerintah akan mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk mendorong pertumbuhan sektor rill. Pergerakan sektor rill nantinya diharapkan bisa sejalan dengan perkembangan pasar modal.Kebijakan sektor riil yang akan dikeluarkan ini sebagai jawaban atas banyaknya complain dari kalangan pengusaha karena iklim investasi yang tidak kondusif."Apakah kebijakan itu di sektor pajak atau pelabuhan, nanti publik bisa melihat. Ini untuk memperkuat link antara pasar modal dan sektor rill," kata Menko Perekonomian Boediono.Hal itu diungkapkannya ketika memberikan sambutan pada pembukaan perdagangan perdana pasar saham 2006 di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (2/1/2006).Pembukaan pasar saham di BEJ awal tahun ini dilakukan oleh Wapres Jusuf Kalla yang juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Bapepam Darmin Nasution dan pejabat otoritas bursa.Menurut Boediono, kebijakan di sektor riil ini akan dikeluarkan dalam waktu dekat. Adanya kebijakan baru ini juga diharapkan bisa meningkatkan iklim investasi.Masalah kurang kuatnya link sektor rill dengan pasar saham, sebelumnya pernah disindir keras oleh pengamat ekonomi Faisal Basri. Dia menilai, naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama ini tidak mencerminkan pergerakan sektor riil. Pasalnya, emiten sektor riil yang tercatat di bursa sangat sedikit dan lebih banyak didominasi perusahaan jasa keuangan dan perbankan. Sementara Menkeu Sri Mulyani optimistis, prestasi BEJ di Tahun Anjing ini akan lebih baik dibanding Tahun Ayam.Sedangkan Wapres Jusuf Kalla mengharapkan pelaku pasar siap menghadapi kondisi apapun. "Pasar modal harus siap bekerja dalam situasi baik maupun buruk. Kalau baik melulu itu bukan pasar namanya, begitu pula kalau buruk terus bukan pasar juga namanya," ujarnya.
(ir/)











































