APBN 2005 Defisit Rp 13,9 T
Senin, 02 Jan 2006 13:17 WIB
Jakarta - Defisit APBN 2005 mencapai 0,52 persen PDB atau Rp 13,9 triliun. Angka tersebut berarti lebih rendah dari target dalam APBN-P 2005 sebesar 0,9 persen PDB.Hal tersebut disampaikan Dirjen Perbendaharaan Depkeu Mulia P Nasution di Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (2/1/2006). Namun Mulia tidak memberi rincian berapa penerimaan dan pengeluaran yang dicapai dalam APBN 2005. Rencananya, Depkeu akan menggelar konferensi pers untuk penjelasannya pada pukul 15.30 WIB. Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Boediono mengatakan, pemerintah akan menyesuaikan rencana program pengalihan utang (debt swap) sesuai dengan kebutuhan program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah misalnya dalam pengentasan kemiskinan."Kita harus klop-kan dengan kebutuhan kita apa, jangan sampai kita mendapatkan debt swap namun penggunaannya tidak sesuai dengan kebutuhan kita," ujar Boediono.Negara negara yang menawarkan debt swap antara lain Italia, Jerman, dan Inggris. "Italia itu sudah ada kemajuan, Jerman juga. Inggris sudah menunjukkan keinginan," katanya.Selain debt swap, pemerintah berupaya untuk mengurangi rasio utang pemerintah hingga mencapai 30 persen pada 2009.
(qom/)











































