Kalah di Harga, Sayuran Asal RI di Jepang Menang Kualitas

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2020 11:22 WIB
Menjelang datangnya bulan suci ramadan, harga sayur mayur dibeberapa kota di Indonesia ikut merangkak naik, menyusul dampak kenaikan harga BBM bersubsidi. Rata-rata kenaikan harga tersebut bisa mencapai hingga 30-50 persen dari harga semula.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

SalaProduk-produk sayuran dan rempah beku atau frozen dari Indonesia juga masuk ke pasar Jepang. h satu perusahaan Jepang yang mengimpor produk sayuran dan rempah frozen Indonesia ialah Nanyang Trading Co. Produk sayuran dan rempah frozen yang diimpor dari Indonesia antara lain bawang merah, pete, jengkol, jantung pisang, lengkuas, serai, kunyit, bunga honje, dan lain-lain.

Presiden Nanyang Trading Co Katsunori Kasugai mengatakan, harga produk-produk tersebut yang diimpor dari Indonesia 40% lebih mahal daripada produk dari Vietnam dan Thailand.

"Dalam 2 bulan sekali kami impor dalam bentuk kontainer dari Indonesia. Di sini kami mengungkapkan dengan cost produksi yang tinggi di Indonesia, dan dengan volume yang kecil ini menjadikan produk Indonesia di Jepang ini sendiri itu 40% lebih mahal dari produk Thailand dan Vietnam," kata Kasugai dalam webinar Japan-Indonesia Market Acces yang digelar oleh ITPC Jepang dan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Selasa (21/7/2020).

Meski lebih mahal, namun produk sayuran Indonesia memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan Thailand dan Vietnam. "Entah kata pelanggan, mahal atau tidak, tapi kualitas produk pertanian Indonesia bisa bersaing, 30-50% lebih baik daripada produk Thailand dan Vietnam. Jadi kami akan terus. Sehingga kami menekankan bukan di faktor harga murah, tapi kualitas bagus," urainya.

Selain itu, produk sayuran dan rempah frozen dari Thailand dan Vietnam juga kerap kali dilarang beredar oleh karantina Jepang ketika ditemukan suatu persoalan. Pada saat-saat itu, produk impor dari Indonesia memenangkan pasar meski harganya mahal.

"Sering beberapa saat produk Thailand dan Vietnam itu di-banned oleh karantina Jepang. Sehingga produk mereka dalam beberapa saat tidak beredar. Di lain pihak ketika beredar mereka laku sekali, di lain pihak ketika ada monitoring karantina mereka di banned, sehingga mereka semahal apa pun cari produk Indonesia," jelas dia.

Namun, Katsugai berharap para produsen di Indonesia bisa meningkatkan volume produksi dan menekan biaya produksi. Jika hal itu dapat dilakukan, ia yakin penjualan produk sayuran dan rempah frozen di Jepang bisa naik 5 kali lipat.

"Apalagi mungkin kalau misalnya volume produksi bisa dipertinggi, dan cost produksi bisa ditekan serendah mungkin, saya percaya bisa 5 kali lipat dari kondisi yang kita impor sekarang ini," pungkasnya.



Simak Video "Bos PS Store Didakwa Menimbun dan Menjual Barang Impor Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)