Mentan Sebut Eucalyptus Bukan Obat, tapi Pencegah Virus

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 13:34 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (Jefrie Nandy/detikcom)
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (Jefrie Nandy/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyinggung kembali eucalyptus yang dikembangkan Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan dalam sebuah webinar yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Dalam webinar itu, Syahrul yang mengenakan kalung eucalyptus yang sebelumnya diklaim antivirus Corona menyebutkan potensi ekspor beberapa produk pertanian, salah satunya tanaman atsiri atau eucalyptus. Ketika menyampaikan itu Syahrul menekankan eucalyptus adalah pencegah virus, bukan sebagai obat.

"Yang sudah eksisting kita tambah, karena orang butuh buah-buahan kita, eucalyptus kita, pencegah, bukan obat, pencegah virus, dan lain-lain kita butuhkan," kata Syahrul yang menjelaskan eucalyptus sambil memegang kalung itu, Rabu (22/7/2020).

Menurut Syahrul, produk-produk itu punya potensi untuk diekspor. Namun, ada beberapa langkah yang ia jabarkan agar dapat dilakukan pengusaha untuk mewujudkan peningkatan ekspor. Pertama, menambah mitra dagang di berbagai negara, lalu meningkatkan volume ekspor, dan mendorong eksportir baru.

"Saya harap dari Kadin ada orang-orang yang memang bisa merapat sama saya. Mungkin kita coba 10-20 orang dulu deh. Kalian merapat kepada para Kepala Badan kita," tutur Syahrul.

Sebagai informasi, dalam webinar itu Syahrul juga mengenalkan jajaran eselon I-nya kepada para peserta webinar. Jajaran eselon I yang ia kenalkan adalah Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil, Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono, dan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi. Ketiga jajarannya tersebut juga terlihat menggunakan kalung eucalyptus tersebut.



Simak Video "Ampuhkah Kalung 'Antivirus' Eucalyptus untuk Tangkal COVID-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)