Ramalan Presiden dalam Seminar Krismon 1998 Jokowi-Sri Mulyani

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 16:31 WIB
Viral! Foto Jokowi Jadi Panitia Seminar, Sri Mulyani Narasumbernya
Foto: Dok. Twitter @johnyadrian75
Jakarta -

Ada kisah menarik dalam foto jadul seminar yang mempertemukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dalam seminar yang digelar tahun 1998 itu terdapat sebuah ramalan mengenai presiden.

Pengunggah foto, Mayor Haristanto mengatakan, dirinya memang tidak secara detil mengingat acara tersebut. Menurutnya, kakaknya yakni Bambang Haryanto yang juga inisiator acara, mengingat lebih detil seminar tahun 1998 itu.

Berdasarkan cerita Bambang, kata Mayor, ada ramalan mengenai presiden saat itu. Ramalan itu keluar dari Jaya Suprana yang turut mengisi seminar. Jaya Suprana saat itu diundang sebagai humorolog.

Dalam ramalan itu, Sri Mulyani yang diramal menjadi presiden. Faktanya, yang terjadi ialah Jokowi yang membuka acara seminar saat itu yang justru menjadi presiden.

"Dia cerita yang Pak Jaya nujum itu Mas Bambang. Dia meramal, Pak Jaya Suprana dengan jenakanya dia berani meramal, berani nujum, besok yang jadi presiden Bu Mulyani, tapi malah kebalik," katanya kepada detikcom, Selasa malam (21/7/2020).

Adanya seminar ini sendiri untuk mencari solusi atas krisis dan kerusuhan yang terjadi pada tahun 1998. Dalam acara ini, Sri Mulyani menjadi pembicara dan Jokowi menjadi penyandang dana seminar.

Lebih lanjut, kisah ramalan ini diunggah Bambang melalui akun Facebooknya. Seperti dikutip detikcom, Bambang menulis Jaya Suprana meramal kelak Sri Mulyani menjadi presiden di mana pada tahun 2011 terbentuk Partai SRI sebagai kendaraannya. Bambang juga membuat sebuah catatan di sebuah blog. Sayang, SRI terganjal keikutsertaannya dalam pemilu.

"Yang kemudian jadi presiden di Pilpres 2014 dan kembali tahun 2019 justru pengusaha kayu Solo yang berpidato membuka seminar itu," ujarnya.

Bambang juga bercerita terkait naskah pidato yang ia buat sedikit panjang ternyata dipersingkat. Menurutnya, itu mungkin terkait moto yang sedikit bicara banyak bekerja.

"Sisanya adalah sejarah," katanya menutup catatan.



Simak Video "Ditegur Jokowi, Ini Penjelasan Sri Mulyani Soal Defisit APBN Melebar"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/eds)