Menteri-menteri Thailand 'Hilang' saat Ekonomi Sedang Terkapar

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2020 08:55 WIB
Thailand membuka kembali pusat hiburan mulai dari mal hingga bioskop. Meski kembali dibuka protokol kesehatan tetap diterapkan dengan ketat guna cegah Corona.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Thailand selama sepekan terakhir telah kehilangan beberapa menterinya, termasuk para menteri yang memegang portofolio ekonomi penting. Hal itu terjadi di tengah wabah COVID-19 yang telah mengguncang ekonomi Asia Tenggara yang bergantung pada pariwisata.

Melansir CNBC, Kamis (23/7/20200, Thailand memang memiliki sejarah ketidakstabilan politik, dengan jumlah kudeta militer tertinggi dalam sejarah modern. Gejolak terbaru telah datang pada saat pemerintah menghadapi tekanan untuk meningkatkan ekonomi negara sementara demonstrasi pro-demokrasi skala besar telah menyerukan pengunduran diri pemerintah.

Sejauh ini, enam menteri telah mengundurkan diri dari posisi mereka. Itu termasuk Menteri Keuangan Uttama Savanayana dan Wakil Perdana Menteri Somkid Jatusripitak.

Belum jelas siapa yang akan mengambil alih posisi itu, tetapi Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan akan mengumumkan perombakan kabinet bulan depan. Beberapa analis mengatakan keterlambatan pergantian menteri di bidang ekonomi itu dapat merusak kepercayaan investor. Apalagi ekonomi Thailand diperkirakan akan mengalami kontraksi terburuk di Asia tahun ini.

Mata uang dan pasar saham Thailand juga berada di antara yang berkinerja terburuk di kawasan. Meskipun negara itu relatif berhasil dalam menahan wabah virusnya.

Pada hari Selasa, baht Thailand telah turun sekitar 6% terhadap dolar AS. Sementara indeks saham patokan, SET Index, telah jatuh mendekati 13% sepanjang tahun ini.



Simak Video "Tolak Mundur Meski Didemo 10 Ribu Orang, Ini Kata PM Thailand"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)