Buka-bukaan Siasat Bisnis Holycow! Bertarung Melawan Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2020 08:10 WIB
Holyco
Foto: Angga Aliya
Jakarta -

Pecinta kuliner steak tentu tidak asing dengan nama Holycow! Steakhouse By Chef Afit. Restoran yang dikenal menyajikan wagyu dengan harga yang relatif terjangkau di kelasnya.

Sama seperti restoran lainnya, Holycow tak luput dari dampak pandemi Corona. Penjualan anjlok karena adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Meski begitu, Holycow tak tinggal diam menghadapi kondisi ini. Sejumlah strategi diterapkan agar bisnis terus berjalan.

Lucy Wiryono selaku pemilik bercerita, sulitnya keluar dari dampak pandemi Corona. Dia bilang, yang menjadi masalah pada bisnisnya ialah steak bukanlah makanan yang bisa dipesan secara online. Sebab, steak akan berubah cita rasanya saat sampai kepada konsumen. Akhirnya, sang suami atau orang di balik bisnis steak ini Afit Dwi Purwanto memiliki inisiatif untuk menjual sebuah produk yang siap dimasak.

"Akhirnya Mas Afit mikir tapi suamiku brilian sekali dia langsung mikir gimana supaya tetap punya penghasilan akhirnya kita punya yang namanya Holicow! Ready to Cook," katanya kepada detikcom dalam acara d'Mentor, Senin (27/7/2020).

Produk yang dijual berupa daging beku yang sudah dibumbui dan dipotong sesuai porsinya. Dengan begitu, konsumen cukup memasak saja jika ingin makan steak. Bukan tanpa alasan daging langsung dibumbuin. Hal ini agar sesuai dengan standar Holycow.

"Kadang-kadang orang masak beda-beda garamnya buat si A, B takarannya beda. Akhirnya rasa Holycow! yang dikangenin orang selama PSBB nggak dapat. Makanya kita standarin bumbunnya seperti itu," ungkapnya.

Tak hanya sampai di situ, Holycow! juga memperluas bisnis sembari membuka peluang usaha untuk orang lain dengan meluncurkan Holycow! Meat Shop. Berbeda dengan Ready to Cook, Meat Shop menjual daging dengan ukuran yang lebih besar atau kiloan. Jadi, orang punya kesempatan berusaha dengan menjual lagi daging tesebut. Terlebih, dalam kondisi pandemi banyak orang penghasilan berkurang atau bahkan hilang.

"Kita mengundang orang menjadi reseller kita, jual harganya murah banget kalau lihat marketplace, supaya bisa dijual lagi, paling penting kita ngurus sertifikasi MUI yang Alhamudlilah tahun ini pas keluar," terangnya.

[Gambas:Video 20detik]



(acd/fdl)