Penjualan Barang Mewah Lesu, Saham Louis Vuitton Menyusut

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2020 16:31 WIB
Logo Louis Vuitton LV
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Perusahaan fesyen Louis Vuitton LVMH melaporkan penurunan penjualan dan laba di kuartal-II 2020. Harga sahamnya pun ikut menyusut 3,5% di perdagangan.

Penurunan ini disebabkan turunnya daya beli barang mewah di tengah pandemi virus Corona. Menyusutnya saham LVMH menyeret turunnya saham pesaingnya Kering, perusahaan pemilik brand fesyen mewah Gucci dan Yves Saint Laurent.

"Keuntungan LVMH di 2020 jauh dari harapan analis dan perkiraan JPM meskipun penjualan naik sebesar 4%," tulis JP Morgan, dikutip dari Reuters, Selasa (28/7/2020).

Sebelumnya pandemi virus Corona juga pernah mengancam rencana Louis Vuitton (LVMH) untuk mengakusisi Tiffany & Co. pada Juni lalu. Sebagaimana diketahui kesepakatan itu telah ada sejak akhir November 2019. LVMH resmi mengakuisisi Tiffany & Co dengan harga US$ 16,2 miliar setara Rp 236 triliun (kurs Rp 14.500).

Akan tetapi, sejak adanya pandemi Corona, penjualan industri perusahaan mengalami penurunan. Sehingga, dimungkinkan kerja sama keduanya terancam gugur atau tidak berlanjut.



Simak Video "Bertambah 4.071, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 252.923"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)