Bangkrut, Debenhams Mau Dijual

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 29 Jul 2020 15:02 WIB
GLASGOW, UNITED KINGDOM - JANUARY 02:  Members of the public walk past Debenhams store as companies announce Christmas sales results  on January 2, 2014 in Glasgow, United Kingdom.Shares in the department store Debenhams have fallen following the company announcing poor sales during the Christmas period.  (Photo by Jeff J Mitchell/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Salah satu departemen store terkemuka, Debenhams, saat ini berada di ambang kebangkrutan. Pihak manajemen akan menjual Debenhams agar tak terjadi likuidasi.

Toko ritel berusia 242 tahun ini sudah menunjuk investment bank Lazard untuk proses penjualan dan mencari pembeli sebelum akhir September 2020.

Sebelumnya Debenhams sudah berupaya melakukan restrukturisasi lewat perusahaan FRP Advisory. Namun tidak terjadi kesepakatan dalam pertemuan ini.

Debenhams juga telah menutup 18 toko dan memangkas 1.000 pegawai di kantor pusat London. Kemudian pihak manajemen juga bernegosiasi dengan pemilik lahan yang saat ini masih berdiri 124 toko. Sebelumnya toko ditutup karena negara tersebut melakukan lockdown, kemudian dibuka kembali pada 15 Juni lalu.

"Sekarang Debenhams masih memiliki 124 toko di Inggris yang masih beroperasi. Administrator Debenhams Retail Ltd saat ini sudah memproses penilaian untuk penjualan," kata perusahaan dikutip dari Guardian, Rabu (29/7/2020).

Dari penilaian ini ada beberapa kemungkinan yang akan dihasilkan misalnya opsi untuk mempertahankan bisnis, suntikan modal sampai penjualan ke pihak ketiga.

Sama seperti toko ritel lain, Debenhams juga terpukul oleh lockdown yang dilakukan untuk menekan penyebaran COVID-19 di berbagai negara. Namun utang Debenhams makin menumpuk sampai 600 juta Euro.

Tahun lalu Debenhams juga sudah melakukan proses penutupan toko di beberapa wilayah. Bahkan di Irlandia, Debenhams sudah benar-benar tutup. Selain Debenhams, John Lewis juga berencana menutup 50 toko dan Marks & Spencer memangkas 950 pekerja sebagai salah satu cara untuk efisiensi hingga 500 juta Euro.



Simak Video "Lord & Taylor Bangkrut Dihantam Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)