Pengusaha Catat! Ada Anggaran Rp 100 T buat Modal Kerja

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2020 08:05 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah resmi memberikan jaminan kredit modal kerja kepada korporasi swasta dengan nilai Rp 10 miliar hingga Rp 1 triliun. Penyaluran kredit modal kerja ini ditargetkan mencapai Rp 100 triliun sampai 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program ini sangat penting untuk bisa memulihkan perekonomian Indonesia agar bisa keluar dari resesi ekonomi. Pemerintah sendiri telah menunjuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) sebagai penjamin kredit.

"Penjaminan melalui LPEI dan PT PII yang telah dimasukkan dalam revisi PP 23 skema ini akan diberikan kredit dengan plafon Rp 10 miliar sampai Rp 1 triliun dan ini bisa mendorong terciptanya Rp 100 triliun kredit modal kerja sampai tahun 2021," kata Airlangga dalam konferensi pers, Rabu (29/7/2020).

Sektor korporasi dinilai penting untuk dibantu agar kelangsungan bisnis usahanya terjamin dan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang selama ini telah memakan banyak korban bisa ditekan.

"Kita melihat bahwa jumlah mereka yang terkena PHK berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan sebanyak 1,7 juta, yang belum terverifikasi 1,3 juta dan jumlah pengangguran yang muncul setiap tahun yang belum bisa masuk sebesar 7 juta dan itu tercermin dari pendaftar Kartu Pra Kerja yang mendekati 11 juta sehingga dengan demikian program ini menjadi sangat penting agar menjadi daya tahan korporasi," ucapnya.

Penyaluran kredit modal kerja ini disalurkan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) dan Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas). Berikut rinciannya:

1. BNI
2. BRI
3. BTN
4. Bank Mandiri
5. Bank Danamon
6. Bank DKI
7. Bank HSBC
8. Bank ICBC Indonesia
9. Maybank Indonesia
10. Bank MUFG Indonesia
11. Bank Resona Perdania
12. Standard Chartered Bank Indonesia
13. UOB Indonesia
14. BCA
15. Bank DBS Indonesia

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Anies Putuskan PSBB Total, Airlangga: Pekerja Kantoran Flexible Working"
[Gambas:Video 20detik]