Omzet Loyo, McD Bakal Tutup Ratusan Toko

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2020 19:30 WIB
Gerai Siap Saji McDonalds
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Restoran cepat saji McDonald's Group (McD) juga tertekan pandemi COVID-19. Penjualannya tercatat mengalami penurunan akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan di berbagai negara.

Akibat hal ini, saham McD merosot hingga 2,5% dan penjualan secara global juga melorot 23,9%. Karena pendapatan di gerai negara besar seperti Inggris, Prancis dan Amerika Latin juga mengalami penurunan.

Penjualan McD di Amerika Serikat (AS) juga tercatat mengalami penurunan hingga 8,7%. Karena operasional mereka hanya melalui layanan pesan antar dan pesan dari kendaraan.

Dalam pertemuan, investor mengaku masih khawatir dengan kondisi saat ini. Namun mereka memproyeksi penjualan Juli ini bisa lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya, karena penjualan di AS sudah mulai meningkat.

"Kami berupaya untuk menyesuaikan operasional kami dengan new normal ini," kata Chief Executive Officer Chris Kempczinski, dikutip dari Reuters.

Dia menyebut saat ini restoran berupaya keras untuk berubah dengan protokol baru sesuai dengan krisis kesehatan yang terjadi saat ini. Kemudian McDonald's juga berupaya untuk menyederhanakan menu agar bisa didistribusikan melalui pesanan online sampai drive thru.

Ketika lockdown dilonggarkan, penjualan McD mulai meningkat dan kerugian diproyeksi akan berkurang. McDonald's juga telah melakukan efisiensi pegawai dan segera melakukan promosi produk melalui media digital. Sementara itu dikutip dari NBC, McDonald's memperkirakan ada sekitar 200 toko di sejumlah lokasi yang akan ditutup.



Simak Video "Warga Ramai-ramai Lihat McD Sarinah Ditutup, Netizen Geram"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)