Genjot Ekspor Jadi Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2020 16:45 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). Selama Januari 2020, ekspor nonmigas ke China mengalami penurunan USD 211,9 juta atau turun 9,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan 21,77 persen (yoy).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Ekspor menjadi salah satu kegiatan yang mampu membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN) saat pandemi COVID-19. Karena itu dibutuhkan cara untuk mendorong kinerja ekspor dengan menyalurkan dan meminimalkan risiko kredit ekspor.

Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) James Rompas mengungkapkan saat ini pemerintah memberikan penugasan kepada LPEI dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) untuk memberikan Penjaminan Kredit kepada usaha berskala Korporasi Padat Karya.

Dia mengatakan sinergi kedua Special Mission Vehicle (SMV) disektor Penjaminan ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan program PEN. Nantinya LPEI dan PT PII akan melakukan penjaminan kepada perbankan yang mengucurkan pembiayaan bagi pelaku usaha, sebagaimana diatur pemerintah.

Penjaminan ini akan memberikan enhancement kredit kepada perbankan di dalam melakukan ekspansi serta memperluas alternatif pendanaan khususnya di sektor korporasi Padat Karya untuk membantu memulihkan ekonomi nasional.

James menjelaskan, LPEI sebagai Penjamin dan PT PII sebagai pelaksana dukungan Loss Limit atas Penjaminan Pemerintah. Sementara Pemerintah akan menanggung Imbal Jasa Penjaminan (IJP) dalam bentuk subsidi untuk meringankan beban Pelaku usaha.

"Dengan skema penjaminan kredit diharapkan korporasi, terutama yang memiliki bisnis ekspor dan memiliki jumlah tenaga kerja besar, sekaligus terdampak COVID-19 dapat memulai aktivitas normal, " ucap James dalam siaran pers, Jumat (31/7/2020).

Dia menyebut aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), LPEI dapat memberikan penjaminan bagi bank dengan ketentuan diantaranya pembobotan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) sebesar 0%.

Ketentuan lainnya, aset yang dijamin berkualitas lancar dan pengecualian perhitungan batas maksimum pemberian kredit (BMPK). "Dengan begitu, bank yang menyalurkan kredit ekspor, jika dijamin oleh LPEI mempunyai keleluasaan untuk ekspansi dan sekaligus meminimalkan risiko kredit," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Perdagangan Luar Negeri China Dihantam Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]