Imbas Corona, 16 Juta Orang RI Rebutan Pekerjaan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2020 07:00 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pandemi virus Corona (COVID-19) telah memporak-porandakan bangsa. Semua lini kehidupan, mulai dari faktor kesehatan, ekonomi, dan sosial kena imbas dari Corona.

Implikasi dari kondisi tersebut ialah pengangguran besar-besaran di level masyarakat.

"Ketika orang melakukan aktivitas ekonomi, terjadi perlambatan maka otomatis perlambatan pertumbuhan ekonomi di semua kawasan, yang terdampak itu terjadi. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pengangguran besar, pemutusan hubungan kerja," tutur Bahlil dalam program Indonesia Bicara yang ditayangkan melalui Youtube Media Indonesia, Kamis (30/7/2020).

Oleh sebab itu, menurut Bahlil yang dapat menyelamatkan bangsa adalah pengusaha yang bisa menciptakan lapangan kerja bagi rakyat, demi menjaga kesejahteraan rakyat.

Lalu, ia juga menjelaskan pentingnya Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Adapun kunci untuk menciptakan lapangan kerja baru adalah investasi.

"Omnibus law ini substansinya adalah UU Cipta Lapangan Kerja. Untuk menciptakan lapangan pekerjaan, itu kuncinya cuma satu, investasi. Jadi investasi adalah instrumen untuk cipta lapangan kerja. Maka UU Omnibus Law itu adalah pintu masuk untuk menyelesaikan ruang-ruang yang menghambat investasi," jelasnya.

Menurutnya, langkah ini menjadi sangat penting untuk segera direalisasi apalagi di tengah pandemi Corona. Pasalnya, Bahlil membeberkan akibat pandemi ini, 16 juta masyarakat membutuhkan atau harus 'berebut' lapangan pekerjaan.

"Hari ini kondisi obyektif bahwa ada 7 juta saudara-saudara kita yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan. Ditambah dengan 2,5 juta angkatan kerja per tahun. Ditambah lagi sekarang PHK akibat COVID-19. Jadi sekarang rakyat Indonesia membutuhkan 16 juta lapangan pekerjaan," jelas dia.

Untuk mewujudkan itu, lagi-lagi Bahlil menegaskan kuncinya adalah investasi.

"Untuk menyelesaikan 16 juta lapangan pekerjaan, untuk menciptakannya, itu rumusnya cuma 1, investasi. Oleh karena itu ada kondisi investasi terkait dengan hal-hal yang tidak terlalu maksimal untuk menunjang proses investasi," terang dia.

Ada beberapa persoalan yang menghambat investasi, yang akan diselesaikan melalui Omnibus Law Cipta Kerja.

"Ada 3 persoalannya. Pertama arogansi sektoral antara kementerian/Lembaga, kedua adalah tumpeng tindihnya regulasi di pemerintah daerah provinsi dan pusat, ketiga persoalan lahan, persoalan tanah," pungkasnya.



Simak Video "Bappenas Sebut Pandemi Bikin 5,23 Juta Lapangan Kerja Lenyap dalam Sekejap"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)