Bos Louis Vuitton Kehilangan Rp 87 T dalam Seminggu, Kok Bisa?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 03 Agu 2020 11:07 WIB
PARIS - MARCH 05:  Charlize Theron and Bernard Arnault attend the Christian Dior Ready to Wear show as part of the Paris Womenswear Fashion Week Fall/Winter 2011 at Espace Ephemere Tuileries on March 5, 2010 in Paris, France.  (Photo by Francois Durand/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Bernard Arnault, CEO LVMH yang juga orang terkaya ketiga di dunia, dalam sepekan kehilangan kekayaannya senilai US$ 6 miliar atau setara Rp 87 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

Dilansir dari Forbes, Senin (3/8/2020), kekayaan bersihnya menjadi US$ 106,2 miliar atau Rp 1.539,9 triliun, dari sebelumnya US$ 112,1 miliar atau Rp 1.625,4 triliun.

Hal itu terjadi setelah LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE, atau yang lebih sering disebut LVMH, melaporkan kinerja keuangan yang buruk di paruh pertama 2020.

Saham LVMH anjlok 8% selama sepekan hingga 31 Juli 2020, setelah perusahaan menyebut penjualan di kuartal I-2020 mencapai US$ 21,7 miliar, turun 27% dalam periode yang sama di 2019.

Laba LVMH juga tercatat anjlok 84% menjadi sekitar US$ 615 juta. Pada perdagangan Senin, saham LVMH turun 4% usai laporan kinerja keuangan disampaikan.

Arnault mengatakan LVMH sudah cukup menunjukkan ketahanan pada paruh pertama 2020 dalam menghadapi pandemi virus Corona. Perusahaan telah menerapkan langkah-langkah untuk menekan biaya operasional dan mempercepat pertumbuhan penjualan online.

"Kami telah mengamati ada tanda-tanda kuat dari peningkatan aktivitas sejak Juni 2020, tapi kami akan tetap sangat waspada selama sisa tahun ini," kata Arnault.

Memang terjadi peningkatan penjualan secara tajam di China selama kuartal II-2020. Namun, kinerja perusahaan barang mewah ini tak bisa terdongkrak lantaran penutupan sejumlah toko dan pabrik yang berada di luar China, serta kebijakan penangguhan perjalanan Internasional oleh berbagai negara.

Perjalanan Karir Arnault

Arnault memulai karir bisnisnya dengan menggunakan uang senilai US$ 15 juta dari kekayaan ayahnya yang sebelumnya memiliki perusahaan konstruksi, untuk membeli Christian Dior pada 1985. Ia kemudian mengakuisisi sejumlah perusahaan lainnya, seperti Financière Agache dan Boussac Saint-Frères.

Setelah itu dia menciptakan grup LVMH, perusahaan barang mewah yang berpusat di Paris, Prancis.

Kini di usianya yang ke-71, LVMH telah mengontrol sekitar 60 anak perusahaan, yang sebagian besar merupakan brand ternama di dunia. Nama-nama brand di bawah LVMH di antaranya ada Louis Vuitton, Dior, Givenchy, Celine, Fendi, Kenzo, TAG Heuer, Benefit Cosmetics, Marc Jacobs, Bulgari, hingga Emilio Pucci.

Arnault pernah hampir menyalip posisi Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia pada awal tahun 2020. Namun dengan nilai kekayaannya sekarang, Arnault hanya bisa berada di posisi ketiga, di bawah Bill Gates yang ada di posisi kedua.



Simak Video "Bikin Baju dari Tas Louis Vuitton dan Gucci, Wanita Filipina Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)