Biaya Sekolah hingga Emas Naik di Juli

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 03 Agu 2020 11:48 WIB
Ilustrasi THR
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi sebesar 0,10% pada Juli 2020. Deflasi terjadi karena penurunan harga sejumlah komoditas.

Namun, di tengah terjadinya deflasi pada Juli kemarin, ada inflasi pada sejumlah komoditas. Inflasi terjadi karena harga komoditas merangkak naik.

"Pertama telur ayam ras harganya agak naik, sehingga memberikan andil ke inflasi 0,04%, dan rokok putih andilnya 0,01%. Jadi kalau dilihat komoditas pangan yang mengalami penurunan harga tajam sehingga kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada bulan ini memberikan andil pada deflasi sebesar 0,9%" kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (3/8/2020).

Kemudian ada pakaian dan alas kaki yang mengalami inflasi 0,09% dengan andil 0,01%. Kemudian kelompok pendidikan terjadi inflasi sebesar 0,165 dengan andil 0,01% .

"Di sana komoditas yang muncul dan cukup dominan adanya kenaikan uang sekolah SD terutama untuk swasta. Meski ini adalah pergantian ajaran baru masih ada kenaikan di SD swasta dan andilnya 0,01%," tuturnya.

Berikutnya adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang inflasi paling tinggi 0,93%, sehingga sumbangannya ke inflasi adalah 0,06%.

"Apa yang menyebabkan kelompok ini inflasi paling tinggi, komoditas paling dominan adalah kenaikan harga emas perhiasan yang andilnya ke inflasi 0,05%," katanya.

Kenaikan harga emas terjadi di 80 kota di mana kenaikan tertinggi terjadi di Bungo sebesar 10% kemudian diikuti kenaikan harga emas di Tarakan, Medan, dan Padang masing-masing naik 9%.



Simak Video "RI Alami Deflasi 0,05% di Agustus 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/fdl)