Kunjungan Wisman ke RI Anjlok 88%, Ini Datanya

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 03 Agu 2020 14:05 WIB
Orang-orang menyaksikan matahari terbit di sebuah pantai di Bali, Indonesia, Kamis (9/7/2020). Pulau resort di Bali dibuka kembali setelah tiga bulan terkunci akibat pandemi virus Corona pada Kamis ini. Pembukaan tahap pertama ini hanya untuk wisatawan dan penduduk lokal serta sebagian turis asing yang terdampar untuk melanjutkan kegiatan publik sebelum kembali dibuka untuk kedatangan orang asing pada September mendatang. (Foto AP / Firdia Lisnawati)
Ilustrasi/Foto: AP/Firdia Lisnawati
Jakarta -

Kondisi sektor pariwisata Indonesia masih babak belur terdampak pandemi virus Corona. Pada Juni 2020, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia hanya 160,3 ribu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mengalami penurunan 88,82% jika dibandingkan dengan posisi Juni 2019. Jika dibandingkan bulan sebelumnya turun 2,06%.

"Kita lihat dampak pandemi COVID-19 ke sektor pariwisata luar biasa dalamnya, dan itu sudah terjadi sejak Februari, dan recovery membutuhkan waktu panjang," kata Suhariyanto dalam video conference, Jakarta, Senin (3/8/2020).

Penurunan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia, kata Suhariyanto tergambar dari seluruh pintu masuk, baik jalur udara, darat, maupun laut. Dia bilang, di beberapa pintu masuk transportasi udara mengalami penurunan signifikan, seperti Bandara Soekarno-Hatta turun 99,52% dibandingkan Juni 2019, sementara dibandingkan Mei 2020 naik 130,13%.

Sementara di Bandara Sam Ratulangi turun 96,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan dibandingkan Mei 2020 tidak ada datanya. Lalu di Bandara Juanda turun 99,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan dibandingkan Mei 2020 naik 708,33%.

"Bahwa wisman yang datang lewat Soetta di Juni dibandingkan Mei itu naik 130,13% menunjukkan adanya relaksasi PSBB jumlah wisman mulai naik tapi posisinya masih jauh dari posisi normal, karena pada Juni 2019 190 ribu sekarang ini baru 9.100, meski begitu sesudah ada relaksasi mulai ada geliat wisman dan transportasi," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menjelaskan, adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan secara bulanan terjadi pada wisatawan domestik dan negara tetangga yang berbatasan langsung secara darat seperti Timor Leste.

Dari jumlah 160,3 ribu kunjungan wisman tercatat 51,5% berasal dari Timor Leste, disusul oleh Malaysia sebesar 39,2%, dan China sebesar 1,3%. Sedangkan yang lainnya sebesar 8,1%.

"Ada pergerakan tapi posisinya masih jauh dari normal, kita perlu upaya yang keras untuk menarik wisman ke Indonesia, kunci pentingnya COVID harus cepat berlalu dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan," ungkap dia.

Dengan adanya 160,3 ribu wisman yang berkunjung ke Indonesia, maka total jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 3,08 juta dari periode Januari hingga Juni 2020. Angka ini turun 59,96% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019.



Simak Video "3 Strategi Wishnutama Bangkitkan Pariwisata-Industri Kreatif di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)